Tujuh Destinasi Wisata Baru Terus Dikembangkan

berbagi di:
img-20201217-wa0032

 

 

 

Putra Bali Mula

Pembangunan tujuh destinasi wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi NTT tengah mendapatkan penambahan sejumlah item.

Penambahan dimaksud meliputi interior dan eksterior dari fasilitas wisata yang dibangun di tujuh destinasi tersebut. Namun, secara keseluruhan, sebut Wayan Darmawa selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, pengembangan fasilitas secara umum telah selesai dan akan dikembangkan lagi.

“Itu sudah selesai dan yang sekarang kita lakukan adalah tambahan-tambahan, aksesoris, sampai dengan 2021,” jawab Wayan kepada VN melalui sambungan telepon, Kamis (17/12).

Sebelumnya, Pemprov Nusa Tenggara Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,7 miliar untuk pengembangan tujuh kawasan wisata baru unggulan tersebut.

Fasilitas yang dibangun seperti penginapan, restoran, dan lopo-lopo.

Tujuh kawasan wisata yang dikembangkan di antaranya, Pantai Liman di Kabupaten Kupang, Perairan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Selain itu, Wolwal di Kabupaten Alor, Koanara di Kabupaten Ende, Praimadita di Kabupaten Sumba Timur, dan kawasan Lamalera di Kabupaten Lembata.

Masing-masing kawasan wisata ini dialokasikan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung. Namun, dengan penambahan yang dilakukan maka masing-masing tempat wisata mendapatkan penambahan hingga Rp. 1,6 miliar.

“Rp 1,6 miliar karena ada tambahan itu,” kata dia.

Pembangunan yang dilakukan juga melalui berbagai proses evaluasi hingga dengan tahap penambahan dimaksud.

“Tetap ada evaluasi dan 2021 itu evaluasi,” lanjutnya.

Sementara pada 2021 nantinya akan dibangun lagi dua objek wisata unggulan yang dapat meningkatkan ekonomi community based tourism atau masyarakat sekitar tempat wisata.

“Ada tambahan dua tempat wisata yang akan dibangun, di Waerebo sama Waesili,” katanya. (bev/ol)