Tuntaskan PTSL, BPN Lantik Panitia Ajudikasi

berbagi di:
img-20210217-wa0024

POSE BERSAMA: Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang Fransiska Vivi Ganggas berpose bersama Panitia Ajudikasi BPN Kota Kupang usai dilantik, Selasa (16/2).

 

 

 
Paskal Seran

 

 
PANITIA Ajudikasi di lingkup Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang resmi dilantik, Selasa (16/2). Para panitia itu akan bertugas menyelesaikan kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sesuai target yang telah ditetapkan untuk Kantor Pertanahan Kota Kupang pada TA 2021.

Kepala BPN Kota Kupang Fransiska Vivi Ganggas saat melantik para Panitia Ajudikasi di kantor BPN Kota Kupang, mengungkapkan, panitia Ajudikasi adalah satu tim yang sangat berperanan terhadap terselesaikannya kegiatan PTSL sesuai target yang telah ditetapkan untuk Kantor Pertanahan Kota Kupang pada TA 2021.

“Anda sekalian sebagai pelaku sejarah, karena sampai beberapa puluh tahun kedepan nama anda akan tercantum baik di dalam sertifikat, dalam dokumen pengolahan yuridis maupun data ukur, dan tentunya sebagai resikonya, di kemudian hari anda akan dipanggil kembali untuk memberikan informasi terkait dengan apa yang sudah anda kerjakan dan tanda tangani,” kata dia.

“Semua yang tergabung dalam Tim Ajudikasi Kota Kupang ini adalah orang-orang pilihan, karena anda mampu makanya anda dipilih, dan track record anda semuanya sangat baik. Jadi anda pasti bisa menyelesaikan kegiatan PTSL ini sampai tuntas,” imbuhnya.

Untuk itu, dia meminta agar para panitia bekerja dengan teliti. “Oleh sebab iu, saya minta kepada tim maupun seluruh anggota di dalamnya agar bekerja dengan hati-hati meneliti dokumen-dokumen yang dilampirkan oleh pemohon dalam berkas permohonannya, sehingga tidak menjadi salah dan bermasalah di kemudian hari,” pintanya.

Untuk Tim Yuridis, kata dia, perhatikan kelengkapan permohonan yang diajukan, periksa dan teliti kembali, apa sudah masuk akal dan benarkah dokumen yang dilampirkan. “Untuk Tim Fisik atau pengukuran, jangan cepat capek, jangan merasa cukup tentang data atau ukuran bidang tanah yang anda ukur, karena sebagaimana yang kita tahu, kadang masyarakat tidak tahu ukuran tanahnya sendiri, sehingga bidang tanah tetangga batas terambil pula atau bahkan pemilik tanah tidak memberi tahu bahwa sebenarnya tanahnya sudah ada sertipikat sebelumnya, sehingga akhrnya karena kurang teliti, BPN terbitkan sertipikat baru, pada akhirnya jadi masalah karena sertipikat menjadi dobel. Dasar dan teknik pengambilan data dilapangan, harap berpedoman pada ketentuan yang berlaku,” pintanya lagi.

Tidak Pungut Biaya
Kepada para lurah yang menurutnya sudah masuk dalam tim Ajudikasi ia meminta agar tidak memungut biaya dari para pemohon. “Para lurah yang sudah masuk dalam panitia Ajudikasi Kantor Pertanahan Kota Kupang, saya ingatkan untuk tidak melakukan pungutan uang kepada peserta PTSL, terkecuali atas kemauan dan kesepakatan warga peserta PTSL sendiri yang dibuktikan dengan Berita Acara Kesepakatan,” jelasnya.

Menurutnya, di dalam SKB 3 Menteri yakni Mendagri, Menteri Agraria dan Menteri Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal, ada biaya pilar batas, materai, administrasi desa serta transportasi/akomodasi petugas Desa (yang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan) tidak dianggarkan dalam APBN melainkan ditanggung sendiri oleh warga peserta PTSL sendiri. “Jadi biarkan warga bersepakat dengan dibuktikan Berita Acara Kesepakatan, Lurah hanya memantau atau mengawasi saja pelaksanaannya,” tegasnya lagi.

Tidak lupa ia juga berpesan agar tetap menjaga protokol kesehatan dalam menjalankan tugas di lapangan. “Kita sudah mendapat edaran dari Pak Walikota terkait protocol kesehatan dalam masa pandemic covid ini, semua diharapkan tetap menjada prokes, memakai masker dan menjaga jarak, dan apabila ada yang sakit, segera melaporkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, target PTSL di BPN Kota Kupang, sebanyak 3.870 bidang/sertipikat, 770 Peta Bidang Tanah, 300 Peta Bidang Mandiri dan 550 Peta Bidang K4. Lokasi kegiatan PTSL dimaksud di Kelurahan Alak, ditargetkan sebanyak 1.395 bidang, Kelurahan Penkase Oeleta sebanyak 1.000 bidang, dan Kelurahan Manutapen sebanyak 1.475 bidang.

Lurah Manutapen Andy Akbar yang dikonfirmasi terpisah, Rabu (17/2) mengaku belum mengetahui target dari BPN Kota Kupang untuk kelurahan Manutapen. Akan tetapi, ia bersyukur karena kelurahan yang dipimpinnya menjadi salah satu target PTSL BPN Kota Kupang.

“Kita bersyukur karena Manutapen masuk dalam target itu. kami bersama warga tetap berharap agar persoalan tanah dalam program PTSL di Manutapen dapat terselesaikan sesauai dengan batas waktu yang ditentukan,” ujar Andy. (*/Yan/ol)