Ujian Disertasi S3, Viktor Laiskodat Teliti 45 Obyek Wisata NTT

berbagi di:
903c5b0a-44c1-44d6-89be-8dbbbcc380b0

 

 

 

Putra Bali Mula

Viktor Bungtilu Laiskodat tuai pujian dalam ujian disertasi S3 untuk gelar doktornya karena mengambil 45 tempat wisata di NTT sebagai obyek penelitian.

Pujian ini disampaikannya oleh Dr. Fredrik L. Benu selaku Rektor UNDANA yang menjadi penguji eksternal dan Dr. Gatot Sasongko selaku penguji dari Universitas Kristen Satya Wacana.

Viktor Bungtilu Laiskodat yang juga saat ini merupakan Gubernur NTT mengikuti ujian disertasi S3 yang digelar secara virtual pada hari ini, Rabu (16/12). Ujian disertasi VBL ini diketahui mengenai Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur (Inclusive, Local Resources-based, Sustainable).

“Belum pernah alami seseorang yang kajiannya 45 spot di seluruh NTT untuk dikaji. Kontennya sangat detail bahkan sangat detail dan ini menjadi referensi pariwisata,” tukas Fred Benu.

Sementara Gatot Sasongko menyebut 45 wisata obyek yang diteliti adalah jumlah siginifikan sehingga dirinya memberikan apresiasi atas usaha VBL dalam penyelesaian disertasi tersebut.

“45 titik di NTT yang akan dikaji membuat saya berpikir ini akan sangat luar biasa dan memang disertasi ini begitu baik,” kata dia.

Di lain sisi, Gatot menyebut 45 obyek wisata ini belum mungkin dapat berkembang bersamaan karena kuncinya adalah kembali kepada kesiapan masyarakat. Untuk itu ia ingin Viktor yang juga merupakan Gubernur NTT membantu masyarakat terlibat dalam pengembangan pariwisata sesuai disertasi tersebut.

VBL yang menimba ilmu di Fakultas Interdisiplin Program Studi Doktor Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana juga resmi menyandang gelar doktor pada ujian tersebut.

VBL menyebut disertasi ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus di 45 obyek wisata di Provinsi NTT. VBL dalam disertasinya itu ingin mengangkat potensi NTT yang dapat bersaing dengan pariwisata-pariwisata di seluruh dunia.

Pembimbing dan penguji yang terlibat dalam ujian tersebut nantinya adalah Prof. Daniel D. Kameo, Prof. Dr. Intiyas Utami, Dr. Wilson M.A. Therik, Titi Susilowati Prabawa, Dr. Gatot Sasongko, dan Prof. Dr. Fredrik L. Benu selaku Rektor UNDANA. (bev/ol)