Undana Terima Lebih dari 1.000 Mahasiswa Bidikmisi per Tahun

berbagi di:
img-20210222-wa0053

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Jumlah penerima Beasiswa Bidikmisi di Universitas Nusa Cendana Kupang, setiap tahunnya rata-rata di atas 1.500-an. Namun sejak 2020, jumlah kuota untuk mahasiswa penerima Bidikmisi di Undana di atas 2000-an.

“Karena kondisi NTT mahasiswanya kemampuan ekonominya tidak terlalu bagus maka kita ajukan permohonan ke Kementerian dan ternyata dikasih kita 2.000an dan itu baru di tahun 2020, sebelumnya 1.500 ada juga 1.600an,” ujar Wakil Rektor III Bagian Akademik Universitas Nusa Cendana, Sipri Suban kepada VN,Senin (22/02) petang.

Menurutnya, kuota mahasiswa penerima Bidikmisi setiap tahun berbeda disesuaikan dengan kuota yang dibagi oleh Kementerian Pendidikan saat penerimaan mahasiswa baru pada Juni mendatang.

Menurutnya, untuk Bidikmisi calon mahasiswa mana pun dapat melamar dan apabila calon mahasiswa tersebut lulus maka pihak universitas yang menjadi tujuan dari calon mahasiswa tersebut, menverifikasi setiap berkas untuk mengecek dan membuktikan kebenaran dari biodata diri dan apakah memenuhi persyaratan yang ditentukan atau tidak.

Mahasiswa memperoleh beasiswa maksimal sampai semester ke- 8, jika tetap memenuhi syarat terutama nilai. Namun, apabila dalam perjalanan diketahui bahwa mahasiswa tersebut ternyata memalsukan data diri atau informasi lainnya demi mendapatkan Bidikmisi tersebut, maka pihak universitas dengan sendirinya akan menghentikan beasiswa tersebut.

“Untuk sementara baru sampai pada tahap menghentikan belum kita masuk dalam taraf dia harus memgembalikan uang, sehingga ke depannya harus dikasih tekanan di awal agar para calon mahasiswa tidak mengisi biodata sembarang,” ujarnya.

Sedangkan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L Benu juga mengatakan bahwa jumlah kuota penerima Bidikmisi di Undana setiap tahun berbeda sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Pendidikan.

Menurutnya, pihak universitas akan melakukan seleksi Bidikmisi pada tahap kedua sedangkan tahap pertama sudah terupload di dalam sistem secara online.

Sebelum sampai pada tahap verifikasi, pihak sekolah dan siswa mendaftarkan para calon mahasiswa tersebut ke dalam link pendaftaran Bidikmisi, dan apabila calon mahasiswa tersebut lolos seleksi maka pihak universitas yang akan melakukan proses verifikasi data dari para mahasiswa apakah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan atau tidak.

“Sekolah dan siswa yang upload ke dalam sistem perfotopolio kelengkapan, nanti dari pusat yang menilai perfotopolio untuk dapat atau tidak dapat baru nanti siapa yang dapat kita verifikasi jadi kita tergantung dari pusat,” ujarnya. (bev/ol)