Upaya Kasasi Kandas, Bagaimana nasib Susana Trisno?

berbagi di:
ilustrasi dacing hukum

 

 
Gerasimos Satria

Perkara terkait sengketa kepemilikan tanah yang berlokasi di Kompleks Batu Susun, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo antara Susana Trisno dengan Yohanes Suherman kini memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan kandasnya upaya hukum kasasi Susana Trisno yang juga merupakan bos kontraktor PT. Floresco itu di Mahkamah Agung.

Perkara Kasasi dengan Register Perkara Nomor 3327 K/PDT/2017 tanggal 23 November 2017, telah diputus oleh Majelis Hakim Kasasi yang terdiri dari Maria Anna Samiyati, S.H., MH., DR. Ibrahim, S.H., MH. LL.M serta DR. H. Sunarto, S.H., MH. dengan tanggal Putusan 31 Januari 2018.

Pengajuan Kasasi sendiri diajukan oleh Susana Trisno sebagai upaya hukum kasasi atas Putusan Pengadilan Tinggi Kupang yang amar putusannya memenangkan Yohanes Suherman selaku pembanding dimana Susana Trisno selaku terbanding dalam Perkara Banding Nomor: 18/Pdt/2017/PT.KPG. Tanggal 10 april 2017 di Pengadilan Tinggi Kupang.

Kuasa hukum Yohanes Suherman, Muhammad Achyar kepada wartawan di Labuan Bajo, Kamis (30/8) mengatakan upaya hukum banding yang dilakukan Yohanes Suherman dilakukan lantaran pada tingkat pertama di Pengadilan Negeri Labuan Bajo yang menempatkannya sebagai tergugat dengan perkara Putusan Nomor: 10/Pdt.G/2016/PN.Lbj, tanggal 2 Juni 2016 dimenangkan oleh Susana Trisno selaku penggugat. Akan tetapi sekalipun perkara perdata antara keduanya telah berkekuatan hukum tetap, dimana Yohanes Suherman yang pada akhirnya ditetapkan sebagai pemilik sah atas lahan yang disengketakan berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung RI yang telah berkekuatan hukum tetap, perkara antara keduanya masih berbuntut panjang.

Masih adanya Laporan Polisi Nomor: LP/132/IX/2016/NTT/Res Mabar. Tanggal 23 September yang dilaporkan oleh Yohanes Suherman selaku Pelapor/Korban terhadap Susana Trisno selaku Terlapor dengan dugaan tindak pidana Pemalsuan Dokumen dan Menggunakan Dokumen Palsu,” jelas Muhammad Achyar.

Dia mengatakan Susana Trisno terjerat Laporan Polisi dengan tuduhan Pasal 263 (Pemalsuan Dokumen) dan Pasal 264 (Menggunakan Dokumen Palsu) yang hingga saat ini proses penyidikan atas laporan pidana tersebut masih terus bergulir di Polres Manggarai Barat.

Dokumen-dokumen yang dipergunakan oleh Susana Trisno untuk mengklaim tanah milik Yohanes Suherman melalui proses pengadilan perdata yang telah kandas di Mahkamah Agung itulah yang kini menjadi bukti pihak kepolisian untuk menjerat Susana Trisno dalam perkara pidana pemalsuan tersebut.

“Yang pasti kita tuntut ganti kerugian baik materil maupun immaterill karena akibat dari klaim Susana Trisno itu sudah merepotkan dan memaksa Yohanes Suherman berperkara di pengadilan, dan akibat itu klien saya mengeluarkan waktu, energi dan biaya yang tidak sedikit,” tegas Muhammad Achyar.

Terpisah, Yohanes Suherman mengaku tanah yang berada di tikungan kompleks batu susun tersebut dimilikinya dengan dokumen kepemilikan yang sah. (bev/ol)