UPT Kehutanan Wilayah Kabupaten TTU Polisikan  Nikson Tatengkeng Cs

berbagi di:
Dolgen hasil sitaan. Foto: Gusty Amsikan
Gusty Amsikan
Kepala UPT Kesatuan Pengelola Hutan Wilayah Kabupaten TTU, Stefanus Kono, ketika dikonfirmasi VN, Senin (24/7) terkait aksi pembalakan liar di Hutan Maol dan Oe’menu mengatakan hutan tersebut merupakan hutan lindung. Ia mengaku pihaknya telah berupaya melakukan penertiban di lapangan namun para pelaku selalu luput saat hendak dilakukan penertiban.
Menurut Stefanus, sejauh ini pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di lapangan berupa puluhan dolgen jenis Sonokeling. Jumlah barang bukti yang berhasil disita kurang lebih sebanyak  ratusan batang dolgen. Barang bukti tersebut diamankan dari berbagai lokasi selain Maol dan Oe’menu juga lokasi lain yang masuk dalam kawasan hutan.
“Sejauh ini ratusan batang dolgen kita amankan di beberapa lokasi kawasan hutan. Selain kawasan hutan Maol dan Oe’menu, pembalakan juga terjadi di Oenopu, Kecamatan Biboki Tanpah,” pungkasnya.
Ia menambahkan pada 27 Mei 2017 lalu, pihaknya  telah melaporkan sejumlah pelaku pembalakan liar diantaranya, Agustinus Sonlain, Nikson Tatengkeng, Carles Usboko, Rosi Tatengkeng serta dua pelaku lainnya yang melakukan aksinya di Kawasan Hutan Maol. Proses hukum kasus tersebut sedang berproses di Polres TTU. Sejumlah petugas dari UPT Kehutanan wilayah kabupaten TTU pun telah dimintai keterangan oleh Penyidik Polres TTU.
“Selain enam orang pelaku yang kami sudah laporkan ke polisi, ada juga laporan yang kami terima dari warga bahwa terduga pelaku salah satunya adalah Adrianus Angi. Saat ini kami masih dalami di lapangan. Jika data dan bukti-buktinya sudah cukup, maka kami akan segera laporkan juga ke polisi. Selama ini perusahaan yang tampung kayu-kayu tersebut, CV. Indricih, CV. Bersaudara, CV. Bumi Membangun, dan CV. Sahabat Setia,” pungkasnya.