Usaha Fotokopi Turun Omset selama Pandemi Covid-19

berbagi di:
img-20210303-wa0023

Sinta Tapobali

DAMPAK yang timbul akibat merebaknya pandemi Covid-19 dalam kurun waktu satu tahun terakhir, membuat usaha fotokopi mengalami penurunan omset yang sangat signifikan.

Seperti yang diungkapkan Alena, salah satu pemilik Fotokopi Garuda, di seputaran Kelurahan Penfui, ketika ditemui VN, Rabu (03/03) sore.

“Turun sekali penjualan sampai 70%, apalagi ditambah dengan sekolah SD dan SMP di sekitaran sini tutup. Biasanya kalau sekolah buka usaha ini ramai, sekarang sudah sepi,” ungkapnya.

Sebelum adanya wabah Virus Corona, Alena  bisa meraup keuntungan hingga Rp300 ribu sampai Rp500 ribu dalam sehari. Namun, kini pendapatan dari hasil ini semakin hari menunjukkan penurunan.

“Paling sekarang kalau untung ini dalam satu hari di bawah Rp100 ribu, kadang biasa juga hanya Rp20 ribu, kalau sepi sekali. Corona memang berdampak pada semua, apalagi kita yang bergantung pada aktivitas sekolah dan kampus ini. Kalau tidak ada sekolah atau kuliah ya usaha begini sepi bahkan beberapa bulan lalu saya sempat tutup dua bulan,” tuturnya.

Senada dengan Alena, Abdul salah satu penjaga fotokopi di Kelurahan Oesapa tepatnya dekat Kampus UKAW Kupang, juga mengatakan bahwa sejak corona dan kampus UKAW dan Undana menerapkan kuliah online, fotokopi tempat ia bekerja memang sepi.

Menurutnya, tempat fotokopi yang ia jaga sejak beberapa tahun terakhir ini omsetnya menurun jauh dari biasanya. Ia mengaku usaha fotokopi tempat ia bekerja ini, sebelum corona hampir tidak pernah sepi dari pengunjung. Namum setelah corona dan penerapan kuliah daring diberlakukan, tempat fotocopy ini sepi.

Apalagi karena proses perkuliahan dilakukan secara daring maka otomatis segala tugas juga dikumpulkan secara daring. “Kalau dulu kan namanya tugas-tugas harus print, sekarang pas kuliah online semua tugas juga dikumpulkan online. Presentasi dan bahkan ujianpun online. Kalau semua serba online maka usaha seperti ini pasti sepi,” ujarnya mahasiswa UKAW ini.

Usaha fotokopi yang dijaganya saat ini terbantu dan bisa mendapatkan sedikit keuntungan  karena banyak mahasiswa yang mengerjakan skripsi, penelitian maupun proposal.

“Paling kalau ada mahasiswa yang kerja Skripsi, Penelitian atau Proposal, itu bisa ramai. Karena biasanya kalau kerja begitu donk (mereka) akan dapat banyak kena coret, jadi otomatis mahasiswa harus print ulang lagi. Paling itu saja, dan ditambah lagi kalau ada permintaan fotokopi dari kantor-kantor saja sekarang,” ujar mahasiswa semester VIII, yang juga sementara mengerjakan tugas akhirnya ini.

Ditanya soal pemasukan setiap hari selama pandemi, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti karena segala keuangan dan administrasi dipegang oleh pemiliknya. (Yan/ol)