Uskup Maumere Imbau Umat jangan Pesta dan Taat Prokes

berbagi di:
img-20210206-wa0015

 

Uskup Keuskupan Maumere, Mgr Ewaldus Sedu, usai menjalani screening kesehatan di Puskesmas Wolomarang, Sabtu (6/2) siang.

 

 

 
Yunus Atabara

 

 
USAI menjalani screening kesehatan untuk mengikuti vaksinasi covid-19, Uskup Maumere Mgr Ewaldus Sedu, dinyatakan tekanan darah tinggi dan perlu menjalani observasi, Sabtu (6/2) siang, di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka.

Kendati demikian Uskup Maumere mengimbau kepada seluruh umat se-Keuskupan Maumere agar ikut prihatin adanya peningkatan pasien covid-19 dengan tidak menyelenggarakan pesta serta selalu patuh pada protokol kesehatan (Prokes).

“Saya tidak jadi ikut vaksin hari ini, karena tensi tinggi. Kendati demikian saya minta kepada seluruh umat agar tidak pesta di masa pandemi covid dan taat pada protokoler kesehatan,” kata Udkup Maumere.

Uskup Maumere juga meminta kepada seluruh Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) di setiap paroki mempertimbangkan kondisi di wilayahnya masing-masing.

Selalu bekerja sama dengan satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19, dan apabila di wilayah Paroki sudah ada pasien terpapar covid-19 agar membuat keputusan tidak pesta, tidak mengumpulkan banyak orang dan selalu taat protokol kesehatan.

“Kalau di paroki itu sudah ada yang positif, maka pastor paroki harus meminta umat tidak pesta dan tidak boleh ada acara yang mengakibatkan orang berkumpul,” kata Uskup Maumere.

Terkait ada beberapa paroki yang akan menyelenggarakan penerimaan komuni pertama, boleh saja dilakukan, tetapi tidak boleh ada pesta-pesta yang mengakibatkan orang berkumpul agar dapat mencegah penyebaran covid-19.

“Komuni suci boleh dilakukan dengan protokoler kesehatan, tetapi tidak boleh ada pesta-pesta, agar dapat mencegah covid-19,” kata Uskup Maumere.

Pantaun VN Sabtu (6/2) pelaksanaan pencanangan vaksinasi kepada 25 pejabat publik dan tokoh agama di Puskesmas Wolomarang, berlangsung lancar. Kendati demikian ada beberapa pejabat publik yang gagal divaksin karena hasil screening kesehatan tidak memenuhi syarat.(Yan/ol)