Utang Pemerintah Rp 3.779,98 Triliun Dibahas di DPR

berbagi di:
ilsutrasi sidang paripurna

 

 

 
Komisi XI DPR RI hari ini mengadakan rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait evaluasi pengelolaan utang negara. Rapat kerja tersebut dilaksanakan secara terbuka dan dihadiri oleh 10 orang anggota komisi XI. Adapun yang hadir hari ini Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo,Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto.

 
Berdasarkan pantauan kumparan (kumparan.com), rapat dimulai pukul 11:06 WIB di Ruang Rapat Komisi XI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Selatan. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng. Hingga saat ini rapat masih berlangsung.

 
“Sebagaimana kita ketahui komisi XI DPR dan pemerintah telah menargetkan target pembangunan untuk mendukung percepatan laju pertumbuhan ekonomi nasional demi tercapainya masyarakat yang adil makmur dan sejahtera. Untuk mencapai target pembangunan tersebut salah satu langkah pembiayaan pembangunan tersebut dengan melakukan penarikan utang negara,” kata Mekeng saat membuka rapat kerja di Gedung Nusantara I, Jakarta Selatan, Senin (4/9).

 
Sekadar informasi, posisi utang pemerintah pusat hingga akhir Juli 2017 mencapai Rp 3.779,98 triliun, naik Rp 73,47 triliun dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp 3.706,52 triliun.Dengan menggunakan asumsi Produk Domestik Bruto (PDB) dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 13.613 triliun, maka rasio total outstanding utang pemerintah mencapai 27,77 persen terhadap PDB.

 
Jumlah itu masih di bawah target rasio utang pemerintah hingga akhir tahun yang mencapai 28,9 persen terhadap PDB. Angka itu juga masih lebih rendah dibanding dengan rasio utang Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan India serta lebih rendah dibanding rasio utang negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.

 
Tak hanya itu, rasio utang pemerintah juga masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu sebesar 60 persen.

Sumber: Kumparan