VBL Minta Hotel dan Restaurant di NTT Gunakan Produk Masyarakat NTT

berbagi di:
20190610_101913

Gubernur NTT,Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para bubati dan wali kota seluruh NTT dalm kegiatan Rapat Kerja di hotel Ayana Labuan Bajo. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan seluruh hotel dan restaurant di NTT agar mulai mengunakan produk lokal yang dihasilkan masyarakat NTT. Hal itu bertujuan agar meningkatan pendapatan ekonomi masyarakat NTT.

Penegasan itu disampaikan VBL di hadapan para Bupati /walikota dan pelaku ekonomi di NTT dalam kegiatan Rapat Kerja Gubernur NTT bersama bupati/ wali kota se-NTT di Hotel Ayana Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (10/6).

VBL mengatakan NTT merupakan daerah yang memiliki banyak potensial mulai dari sektor pertanian hingga sektor pariwisata. Namun selama ini pemerintah daerah tidak mampu berbuat sesuatu dengan potensi yang ada. Sehingga masyarakat NTT tetap miskin dan tidak berdaya.

“Mulai tahun depan kita minta seluruh hotel dan restauran yang di NTT untuk gunakan kopi dan gula milik masyarakat NTT. Jika tidak, maka kita akan hentikan perizinan hotel dan restauran,” tegas Viktor.

Dia mengaku kopi terbaik di dunia berasal dari NTT yakni kopi Manggarai dan Ngada. NTT juga memiliki gula merah yang dihasilkan petani NTT. Namun anehnya, seluruh hotel dan restauran yang ada di NTT mengunakan produk kopi dan gula yang berasal dari luar daerah.

Ia meminta seluruh bupati dan wali kota agar mengecek produk yang ada di seluruh hotel dan restaurant. Pemda harus memastikan seluruh hotel dan restaurant mengunakan produk yang dihasilkan oleh masyarakat NTT. Pemerintah daerah harus mampu berbuat sesuatu untuk meningkatkan pendapat ekonomi masyarakat.

“Tidak boleh lagi hotel dan restaurant yang ada di NTT mengunakan produk dari luar. Kopi dan gula harus dipastikan produk yang dihasilkan petani di NTT,” tegas Viktor.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula dalam sambutanya pada kegiatan itu menyampaikan NTT selama ini diberi cap “Nanti Tuhan Tolong dan Nasib Tidak Tentu”.

Ia berharap seluruh daerah di NTT bisa berkolaborasi dan bekerjasama demi meningkatkan ekonomi masyarakat NTT.

“Kami bangga Kabupaten Manggarai Barat dipilih untuk Raker seluruh Bupati dan pelaku ekonomi di NTT. Harapannya NTT mampu keluar dari label “Nanti Tuhan Tolong dan Nasib tidak tentu,” harap Dula. (bev/ol)