Viktor Laiskodat Didaulat jadi Sesepuh Alor

berbagi di:
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Buntilu Laiskodat disambut upacara adat saat tiba di Bandara Mali, kemarin. Viktor dan rombongan disambut Bupati Amon Djobo dan wakil Bupati Imran Duru beserta pengurus Partai NasDem Alor dan para simpatisan pasangan Amon–Imran (AMIN Jilid II).

Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Buntilu Laiskodat disambut upacara adat saat tiba di Bandara Mali, kemarin.
Viktor dan rombongan disambut Bupati Amon Djobo dan wakil Bupati Imran Duru beserta pengurus Partai NasDem Alor dan para simpatisan pasangan Amon–Imran (AMIN Jilid II).

 

 

 

 

Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat didaulat menjadi sesepuh Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur oleh Bupati Alor Amon Djobo dan Wakil Bupati Alor Imran Duru, Minggu (7/8).

Pengukuhan sebagai sesepuh Alor itu dilakukan saat Viktor berkunjung ke Alor dalam mengisi masa reses sebagai wakil rakyat NTT.

Tiba di Kalabahi kemarin, Viktor dan rombongan disambut dengan tarian adat Alor. Viktor tampak menggunakan pakaian adat Alor, lengkap dengan aksesoris di kepala sebagai tanda kebesaran sebagai sesepuh masyarakat Alor.

Viktor dan rombongan tiba di Bandara Mali, Kalabahi, kemarin pukul 10.30 Wita. Tiba di ruang VVIP Bandara, Viktor dan rombongan disambut Bupati Amon Djobo dan wakil Bupati Imran Duru beserta pengurus Partai NasDem Alor dan para simpatisan pasangan Amon–Imran (AMIN Jilid II) yang akan bertarung dalam Pilkada Alor 2018 mendatang. Sesuai jadwal, Viktor menghadiri deklarasi Paket AMIN Jilid II di Kalabahi, hari ini, Senin (7/8).

Di Bandara, kemarin, ratusan kader dan simpatisan Pasangan AMIN Jilid II tampak menunggu di sepanjang ruas jalan menuju bandara dan halaman bandara. Mereka menggunakan kendaraan roda dua, empat, dan enam.

 

Butuh Militansi
Sebelum menuju Alor, Viktor Bungtilu Laiskodat menggelar rapat konsolidasi pengurus DPD NasDem Kabupaten Belu, di Atambua. Dalam acara itu, Viktor menegaskan bahwa kader dan simpatisan Partai NasDem harus memiliki militansi dan kecerdasan. Dua hal ini penting untuk menjawab harapan masyarakat.
Ia menjelaskan, militansi dan kecerdasan seorang kader partai ditunjukkan dalam cara berpikir dan bertindak. Kader partai jangan berpikir pas-pasan, biasa-biasa saja, tetapi harus berpikir luar biasa. Ini merupakan tuntutan yang perlu dijawab untuk memenuhi harapan masyarakat.

Kader partai jangan sebatas bicara tetapi harus berbuat. Kalau sebagian besar penduduk Kabupaten Belu adalah petani, maka seorang kader partai yang ingin maju dalam caleg harus tahu bertani dan memperkenalkan kepada masyarakat cara bertani yang baik.

“Saya ingin agar setiap daerah pemilihan, punya lahan pertanian yang diolah. Kader perlu memberikan contoh, karena itu yang dibutuhkan masyarakat. Masyarakat ingun tahu cara bertani yang baik. Kalau dia sudah tahu bertani, maka sudah otomatis akan panen hasil yang melimpah,” kata Viktor dalam arahannya.

Dengan bekerja keras, masyarakat bisa mengenal seorang kader partai. Bukan sebatas namanya dikenal tetapi dikenal karena punya jasa. Jika demikian kerja keras seorang kader partai dalam bertani akan memberikan nilai positif kepada masyarakat.

“Bahwa dari bertani, lahan kita tidak hanya sebatas menjadi lumbung padi dan lain-lain, akan tetapi menjadi lumbung suara,” lanjut Viktor.

 

Gerakan Moral
Sementara Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai NasDem Kabupaten Belu Joacim Lopes mengatakan, seorang kader partai perlu memahami apa yang disebut dengan gerakan perubahan. Dikatakannya, gerakan perubahan adalah gerakan moral. “Bagaimana seorang kader punya integritas dalam cara berpikir dan bertindak,” kata Joacim dalam arahannya.

Sehubungan dengan gerakan moral, kata mantan Bupati Belu dua periode ini, dibutuhkan soliditas dan solidaritas. Soliditas merupakan syarat mutlak dalam membesarkan partai. Partai tidak akan menjadi besar jika tidak ada soliditas.

Yang kedua, kata Joacim, seorang kader partai perlu solider dengan masyarakat. Solidaritas membuat seorang kader partai dikenal dan mengenal. Sikap ini perlu dimiliki untuk mengetahui apa yang menjadi harapan masyarakat. Untuk itu, datang dan binalah kebersamaan di tengah masyarakat.

“Jangan saat politik baru muncul. Masyarakat tidak akan mendukung dan memberikan suara,” kata Joacim.

Ia menegaskan, kader partai jangan berjuang sendiri. Tingkatkan soliditas agar Partai NasDem bisa menjadi partai yang besar, bukannya seorang kader mengejar kepentingannya, nama dan popularitasnya sendiri. (*/man/H-2)