VN Gandeng VLSC Gelar Lomba Panco Nasional

berbagi di:
Pemimpin Umum VN Chris Mboeik (Kedua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana pelaksanaan lomba panco nasional di Kupang yang digelar VN dan Viktor Lerik Sport Center pada Maret 2018 mendatang. Konferensi pers dilaksanakan kemarin.

Pemimpin Umum VN Chris Mboeik (Kedua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana pelaksanaan lomba panco nasional di Kupang yang digelar VN dan Viktor Lerik Sport Center pada Maret 2018 mendatang. Konferensi pers dilaksanakan kemarin.

 

 

Harian Umum Victory News (VN) bekerja sama dengan Viktor Lerik Sport Center (VLSC) akan menggelar event lomba panco tingkat nasional pada Maret 2018 mendatang. Event ini digelar guna lebih memasyarakatkan olahraga panco sekaligus mencari bibit-bibit baru atlet panco di NTT.

“Anak muda NTT punya minat panco luar biasa. Karena itu rencananya Maret tahun depan kita gelar event nasional panco di NTT. Penyelenggara utamanya Viktor Lerik Sport Centre didukung Victory News. Panco di daerah Jakarta dan kota besar lainnya sangat familiar dan banyak mendapat animo,” kata Pemimpin Umum VN Chris Mboeik, Senin (25/9).

Ia berharap, event olahraga ini mendapat sambutan masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang, sehingga makin dikenal agar lahir talenta muda pada olahraga laki tersebut.

Veki Lerik, selaku sponsor utama, mengatakan, upaya yang dilakukan agar terselenggaranya kegiatan itu yakni dengan lomba panco dan coaching clinic setiap bulan. Lomba itu, tambahnya, diadakan setiap bulan untuk kategori junior, senior, dan veteran (bebas kelas).

Veki mengatakan, event nasional itu sesuai estimasinya akan memperebutkan total hadiah sekitar Rp 100 juta, yang bersumber dari pihak sponsor.

“Lomba tiap bulan ini kita adakan untuk mencari bibit. Selain itu ada pelatihan terkait teknik dasar panco. Hadiahnya seratus juta rupiah, bisa lebih tergantung banyaknya sponsor,” katanya.

Bintang Panco Indosiar Mulyana Tirta Wibowo atau lebih dikenal Mr Algojo mengatakan, animo masyarakat Kota Kupang terhadap olahraga panco cukup tinggi. Hal ini, menurutnya, dikarenakan fisik orang NTT yang proporsional.

Selain itu, didukung oleh kualitas menu yang banyak dan alami sebagai prasyarat olahraga panco.

“Banyak yang antusias. Postur dan animonya anak-anak juga bagus tapi kurang teknik. Di Kupang kan banyak ikannya dan daging. Olahraga panco harus makan banyak. Saya sehari telur itu makannya dua kilo, tapi putihnya,” saran pria asal Jakarta ini.

Sementara juara panco nasional kategori 95 kilogram, Budi Tarigan mengharapkan, agar para pegiat panco di Kota Kupang tidak tergiur untuk menggunakan steroid dalam membentuk susunan otot badan. Steroid dengan kandungan zat morphin, sebutnya, dapat memicu penebalan daging kulit namun berefek samping pada penyedotan cairan tulang lalu menjadi keropos. (mg-13/H-2)