Wagub JNS Ancam Copot Pejabat RSUD Johannes

berbagi di:
foto-hal-01-kunjungan-wagub-ntt-josef-nae-soi-di-rsud-johannes-kupang-selasa-13-8-nahor-2

 

 
Wagub NTT Josef Nae Soi (JNS) dalam inspeksi mendadak (sidak), Selasa (13/8), kembali menyoroti pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Ia meminta manajemen RSUD Johannes untuk segera berubah. Jika tidak, maka akan dipecat.

Wagub mengingatkan seluruh tenaga medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan di semua bagian, mulai dari loket pendaftaran pasien, UGD, poli perawatan, ruang rawat inap, apotek hingga kamar mayat. Saat sidak kemarin, Wagub disambut Direktur RSUD WZ Johannes, Dr drg Mindo Sinaga dan jajarannya.

“Saya mohon dengan sangat, pengadaan obat-obatan harus tepat waktu. Orang (pasien) datang dilayani dengan baik dan cepat, di UGD-nya harus cepat, kamar mayat juga harus begitu. Saya alami sendiri di kamar mayat, ada orang yang tidak mampu mau mandikan jenazah masih minta uang Rp 300 ribu. Ini sangat memalukan! Saat itu saya dengan dokter Mindo langsung beli peti jenazah untuk mama yang tidak mampu itu. Saya tidak mau dengar hal itu terjadi lagi. Kalau saya dengar lagi, hari itu juga saya pecat, tidak ada alasan. Bahkan saya akan lebih kasar lagi,” tegasnya.
Pelayanan kesehatan, demikian Wagub JNS, adalah tugas dan profesi yang sangat luar biasa. Namun harus terus diperbaharui dari hari ke hari agar menjadi lebih baik.

Ia mengajak manajemen RSUD tersebut agar mengubah wajah rumah sakit menjadi wajah baru, dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan.

“Saya tahu kalian kerja luar biasa. Jabatan yang kalian emban itu sangat luar biasa, tetapi dari hari ke hari harus diperbaharui. Saya juga mengerti masih banyak kekurangan yang belum bisa kami (Pemerintah) berikan kepada Anda, tetapi mari kita bersama-sama membangun rumah sakit ini menjadi lebih bagus. Saya mau ke depannya ketika saya datang lagi, wajahnya sudah berubah. Tidak ada alasan tidak bisa,” tegasnya.

 

Pelayanan yang Tulus

Dia kembali meminta agar pelayanan kesehatan harus dilakukan dengan tulus hati, tak boleh membeda-bedakan orang yang dilayani. Lingkungan rumah sakit harus ditata dengan baik agar pasien dan pengunjung merasa nyaman.

Wagub juga menyoroti bau obat yang menyengat saat memasuki rumah sakit tersebut. Ia meminta agar ke depan hal itu tak terjadi lagi.

“Saya minta Pak Mindo dengan teman-teman tolong bersama melakukan tekad mengubah wajah rumah sakit kita ini. Saat saya datang lagi orang-orang yang datang berobat mereka bisa duduk santai, bila perlu ada musik. Rumah sakit lain ketika kita masuk tidak ada bau obat menyengat, tapi kalau kita rumah sakit di Indonesia pada umumnya masuknya sehat pulangnya mayat. Saya harus ngomong sedikit kasar agar ke depannya nanti tidak boleh terjadi di rumah sakit ini. Obat-obatnya harus ditata dengan baik. Pasien dilayani dengan baik sehingga anda tidak hanya mendapat upah tetapi dicatat karena jabatan pelayanan minimal 30 persen kalian sudah punya jatah di surga,” ucap Wagub JNS.

Dalam sidaknya, kemarin, Wagub juga meminta agar pihak rumah sakit segera menggunakan gedung yang baru dibangun juga segera menertibkan para pedagang yang berjualan di kawasan rumah sakit.

Ia meminta agar area parkir di rumah sakit itu ditata ulang agar lebih memberikan kenyamanan dan keluasan bagi para pengunjung.

Menanggapi hal ini,  Direktur RSUD Johannes, Mindo E Sinaga melalui Kasubag Hukum dan Humas, M Th Roseni Mbindy yang dimintai tanggapannya, mengatakan, pihak rumah sakit sesungguhnya siap dan bersemangat untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tentang pelayanan terhadap pasien, dia mengatakan bahwa sebenarnya pasien sudah tidak perlu lagi mendaftar manual dan antre berjam-jam karena rumah sakit sudah sudah menggunakan pendaftaran online.

“Ada pelayanan online, hanya mungkin kami memang yang kurang sosialisasi. Pasien bisa daftar online, tidak perlu antre berlama-lama. Tinggal ketik nama pasien#nomor kartu berobat#nama poli yang dituju#nomor rujukan#nomor kartu berobat#tanggal rencana berobat, lalu kirim ke nomor WA 081138116336. Itu berlaku untuk tiga hari ke depan. Jadi ketika daftar online dia tidak datang antre loket tapi langsung ke poli yang dituju karena statusnya sudah disiapkan petugas ketika ia daftar di online itu,” paparnya.

Ia mengatakan, kemungkinan besar pasien yang masih antre di loket pendaftaran pasien adalah pasien yang belum mengetahui tentang tata cara daftar online akibat kurangnya sosialisasi dari pihak rumah sakit.

Ia juga menyampaikan bahwa semua informasi yang berkaitan dengan RSUD WZ Johannes bisa diakses di akun facebook Rumah Sakit Johannes Kupang.

Terkait dengan permintaan Wagub agar gedung IGD yang baru segera digunakan, ia mengaku bahwa dalam seminggu terakhir pihaknya sudah melakukan kegiatan pembersihan sehingga dalam waktu dekat sudah bisa dipergunakan.

Ia mengaku pihaknya sudah menyurati para pedagang di kawasan rumah sakit untuk segera pindah.

“Kami sudah bersurat kepada para pedagang yang jualan di dalam kompleks rumah sakit untuk segera pindah tetapi karena mereka sudah cukup lama dan mereka adalah warga sini di mana kita tahu bahwa sifat kita orang NTT ini ketika diberitahu agak susah. Jadi, kami akan minta bantuan kepada Satpol PP untuk bantu menertibkan,” katanya.

Sidak Wagub JNS , menurutnya, membuktikan Pemprov NTT sangat peduli pada rumah sakit, dan menginginkan pelayanan yang lebih baik lagi ke depan.

“Kami tentu semangat dan senang. Kami berterima kasih kepada Bapak Wagub karena sudah berkesempatan untuk mengunjungi walaupun tidak memberitahu. Kami merasa dengan Bapak Wagub tidak memberitahu kami berarti kami diharuskan untuk setiap saat harus bekerja sepenuh hati, tulus bukan hanya ketika dikunjungi, tapi betul-betul karena niat untuk melayani pasien,” ungkapnya. (mg-23/S-1)