Wagub JNS: Tunjukan Bahwa NTT tidak Bodoh

berbagi di:
foto-hal-01-wagub-ntt-josef-nae-soi-melantik-dan-mengambil-sumpah-para-kepala-sekolah-sma-smk-dan-sdlb-di-aula-fernandes-kantor-gubernur07-5-nahor-1

 

 

Stef Kosat

Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi menegaskan NTT sudah terlanjur mendapat julukan termiskin, terendah literasi, dan terendah kualitas pendidikannya. Karena itu ia meminta para kepala SMK untuk menunjukkan bahwa NTT tidak bodoh seperti anggapan orang selama ini.

“Kita akan bawa NTT supaya tidak dijuluki lagi bahwa kita ini orang bodoh dalam tanda tanda kutip. Atas harapan besar itu, saya dan Pak Gubernur meminta bapak/ibu datang langsung ke kantor gubernur untuk kami lantik. Sebab dari tangan bapak/ibu akan lahir manusia-manusia NTT yang memiliki knowledge yang luar biasa. Selain itu, bagi para kepala sekolah yang dilantik supaya diketahui bahwa tidak cukup hanya memiliki otak, otot tetapi harus memiliki hati. Sebab kesuksesan bapak/ibu dalam mengelola sekolah adalah integritas yang paling penting,” katanya saat melantik 88 kepala SMK di NTT di Aula Fernandes kantor Gubernur NTT, Selasa (7/5).

Biarpun hebat dan pintar, tetapi bila tidak memiliki integritas maka percuma dan tidak bisa disebut sebagai pendidik yang baik.

“Mudah-mudahan saya dan Pak Gubernur tidak salah memilih kepala sekolah dan kalau salah harus cepat diperbaiki supaya mutu pendidikan kita semakin baik ke depan. Ada beberapa hal yang harus bapak/ibu perhatikan karena tanggung jawab sebagai kepala adalah memajukan pendidikan NTT lewat managemen sekolah yang rajin. Kita boleh kekurangan aksesibilitas tetapi jangan kekurangan kreativitas dan inovasi. Karena itu, sekali lagi mari kita bekerja dengan hati, baru otak dan fisik untuk memajukan pendidikan di NTT ini,” pesannya.

Dia berpesan agar para kepala SMK agar bekerja serius mendidik generasi muda NTT. “Didiklah anak NTT dengan baik dan perbaikilah komponen-komponen kependidikan yang ada di sekolah masing-masing. Jangan sampai ada kerusakan sedikit di sekolah semacam plafon bocor tidak bisa perbaiki sendiri tetapi menunggu gubernur datang baru ditunjukkan supaya dapat bantuan. Padahal ada dana BOS. Hal ini tidak perlu terjadi lagi ke depan. Kalau tidak, kepala sekolah akan diturunkan jadi guru biasa,” katanya.

Wagub juga mengingatkan para kepala sekolah mengenai kebersihan. Sekolah dan lingkungannya harus bebas dari sampah. “Kalau sekolah bersih pasti hati kepala sekolah dan guru-guru juga bersih,” ucapnya.

Dia meminta para kepala sekolah agar mengelola keuangan sekolah secara transparan dan akuntabel. Dengan anggaran yang terbatas, kepala sekolah harus bisa mengelolanya dengan baik. (mg-01/R-4)