Wakil Wali Kota Kupang Sidak RS Leona

berbagi di:
foto-hal-01-herman-man-1

RS Leona mempersilakan keluarga Endang Giri (almh) datang mengambil hasil swab test Endang, namun terlebih dahulu harus bersurat ke manajemen RS.

 

 

Rafael L. Pura

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RS Leona Kupang, kamis, (19/11). Tujuan sidak adalah untuk mengetahui secara mendetail mengenai proses perawatan terhadap pasien Endang Giri hingga meninggal dunia di RS tersebut.

Setelah Endang meninggal dunia, petugas medis RS Leona menyatakan ia tejangkit korona. Padahal, menurut pihak keluarga, hasil uji laboratorium terhadap sampel swab almarhumah belum ada. Bahkan hingga kemarin hasil swab test belum diterima oleh pihak keluarga.

Herman Man yang dikonfirmasi, kemarin, menyebut persoalan tersebut hanyalah miskomuniaksi antara manajemen RS Loena dengan pihak keluarga. RS Leona, kata dia, mempersilakan keluarga datang untuk mengambil hasil swab test dan rekam medis Endang Giri sesuai permintaan keluarga.

Herman mengatakan, seturut penjelasan RS Leona, rumah sakit terikat aturan. Karena itu informasi tentang rekam medis pasien, termasuk yang sudah meninggal dunia, diberikan kepada dekat.

“Jadi tidak semestinya juga dia memberitahukan kepada orang lain, kecuali kepada keluarga dekat, suami, istri, orang tua, atau anak dari pasien. Atau orang yang bertanggung jawab pada saat pasien itu dirawat,” katanya.

Jika rekam medis pasien bocor ke publik tanpa sepengetahuan izin keluarga, maka rumah sakit bisa dituntut secara hukum.

Herman mengatakan, dalam pertemuan dengan manajemen, ia sudah menyampaikan harapan keluarga almarhumah. Pihak manajemen RS Leona, kata dia, mempersilakan keluarga datang mengambil, namun terlebih dahulu harus bersurat ke RS Leona.

“Tapi yang penting juga, jenazah almarhumah sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan,” katanya.

 

 

Tunggu Surat RS Leona
Sementara pihak keluarga Endang Giri (almh), memilih menunggu surat resmi dari RS Leona lewat Ombusdman NTT. Sikap keluarga itu diambil mengingat kasus ini sudah diadukan ke Ombusdman.

Hal ini ditegaskan kerabat almarhumah, Tony Giri.

Ia menegaskan keluarga sudah hilang kesabaran dan bisa saja memilih tindakan lain, seperti bersama-sama keluarga besar mereka untuk mendatangi RS Leona guna mendesak RS Leona memperlihatkan hasil swab dan rekam medis Endang Giri (almh). Namun, leluarga sudah mengadukan masalah ini ke Ombudsman. Karena itu pihak keluarga menunggu laporan hasil secara tertulis kepada Ombusdman NTT.

“Kami sudah mengadukan masalah ini ke Ombudsman, sehingga kami menjaga etika itu. Kami menunggu laporan dari RS Leona melalui Ombusman NTT,” katanya.

Dia mengatakan, rumah sakit Leona seharusnya juga menunjukan etika dengan melaporkannya kepada lembaga negara, (Ombusdman) sebagaimana yang telah ditempuh keluarga, bukan meminta saja keluarga datang dan mengambilnya di rumah sakit.

Tony menambahkan pihak keluarga pun sudah bersurat resmi ke manajemen RS Leona meminta hasil swab test Endang (almh).

“Kami sudah bersurat dan datang mengeceknya, namun pihak RS Leona belum mengeluarkan itu sehingga kami curiga,” katanya.

Menurutnya, RS Leona bersikap demikian karena masalah ini sudah menjadi atensi publik. (mg-03/S-1)