Warga Bari Sulit Pasarkan Kelapa

berbagi di:
ilustrasi kelapa

Ilustrasi kelapa

 
Warga Desa Bari,Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mengaku kesulitan memasarkan kelapa. Tidak ada pembeli yang datang bertemu petani untuk membeli kelapa. Padahal tahun sebelumnya, warga Desa Bari tidak kesulitan pasarkan kelapa.

Hal itu disampaikan Warga Desa Bari,Usman Rasid kepada Media ini di Labuan Bajo, Minggu (23/6) siang.

Usman mengatakan akibat tidak adanya pembeli kelapa, masyarakat Desa Bari terpaksa ditimbun sambil menunggu bembeli datang ke Bari.Selain kesulitan memasarkan hasil perkebunan,masyarakat juga mengeluh karena harga kelapa menurun. Harga kelapa kering saat ini hanya Rp 1.500/buah.

Menurutnya, selama ini para pembeli kelapa datang langsung ke Desa Bari untuk selanjutnya di jual ke Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, belakagan ini tidak ada lagi pembeli dari Bima yang datang ke Desa Bari. Warga hanya menimbun kelapa kering sambil menunggu pembeli. Sedangkan kelapa muda, selama ini dipasarkan ke Labuan Bajo,ibukota Kabupaten Manggarai Barat dengan harga Rp 5.000/buah. Salah satu komuditas unggulan warga Desa Bari dari dulu hingga saat ini adalah kelapa.

Selain kelapa, komuditas pertanian lainnya yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Bari adalah pisang.Harga pisang Kepo di Bari saat ini mengalami penurunan menjadi Rp 30.000/tandan. Sebelumnya harga mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000/tandan.

Warga Bari lainya, Abdul Tayeb mengatakan warga pesisir di Desa Bari selama ini fokus pada usaha komuditas kelapa. Pasar Kelapa pada tahun sebelumnya sangat bagus. Setiap warga mampu mendapat keuntungan Rp 2 Juta hingga Rp 4 Juta dari penjualan kelapa. Namun pada tahun 2019,warga kesulitan memasarkan kelapa lantaran tidak ada pembeli.

“Desa Bari merupakan daerah penghasil kelapa di Kabupaten Manggarai Barat. Sehingga pembeli datang langsung ke Bari untuk membeli kelapa. Kelapa kering biasanya dipasarkan di NTB, sedangkan kelapa muda dipasarkan di Labuan Bajo,” jelas Abdul.

Terpisah, Camat Macang Pacar,Sarimin Malonde mengatakan untuk menutup usaha kelapa,masyarakat Desa Bari terpaksa bergelut di komuditas pisang. Namun harga pisang pada tahun 2019 juga mulai menurun. Dari harga Rp 45.000/tandan turun menjadi Rp 30.000/tandan.Dirinya juga mengakui jika warga Desa Bari pada saat ini kesulitan memasarkan kelapa kering karena ketiadaan pembeli.

Dia mengungkapkan harga beras di Kecamatan Macang Pacar juga menurun karena sedang panen. Harga beras per karung ukuran 50 Kg sebesar Rp 450 Ribu.Harga beras sebelumnya di wilayah Kecamatan Macang Pacar mencapai Rp 650 ribu untuk ukuran 50 Kg.