Warga dan Camat Ndoso Perbaiki Jaringan Air Minum

berbagi di:
img-20191107-wa0031

Kebersamaan warga Ndoso, Mabar saat memperbaiki pipa. Foto: Gerasimos Satria/VN

Gerasimos Satria

Pemerintah Kecamatan Ndoso dan warga Kampung Tentang  melaukan kerja bakti memperbaiki jaringan pipa air bersih yang rusak dan bocor, Rabu (6/11) pagi.

Kegiatan dipimpin langsung Camat Ndoso, Fransiskus Tote.

Fransiskus mengatakan selama 1 tahun lebih air minum bersih di wilayah Tentang tidak berjalan baik. Sebagian jaringan air minum bersih juga belum masuk ke pemukiman masyarakat Tentang. Untuk itu, ia mengundang warga  untuk rapat bersama dan memperbaiki jaringan air minum bersih.

Kegiatan dilakukan 21 – 23 Oktober lalu. Seluruh pegawai kantor camat, pegawai puskesmas, guru, pastor paroki, suster dan  warga termasuk ibu-ibu yang bermukim di wilayah ibu kota kecamatan bahu- membahu memperbaiki pipa yang rusak mulai dari sumber air Mata Alo di Desa Ndoso sampai di bak penampungan air di Lapangan Sepak Bola Tentang.

Menurutnya, kekurangan air di wilayah tersebut akibat ulah oknum warga yang merusak pipa dengàn cara bor dan memotong Pipa. Akibatnya, warga harus turun ke sungai untuk mendapatkan air bersih dengan jarak cukup jauh dari pemukiman warga.

Dia mengaku jarak sumber mata air dari ibu kota kecamatan sekitar 8 KM yang melewati Kampung Pata. Air tersebut digunakan  untuk memenuhi kebutuhan di kantor camat, puskesmas, SD, SMP dan SMA, serta pastoran dan pemukiman di wilayah ibu kota kecamatan.

Frans mengaku perbagikan dan pergantian pipa dilakukan bersama secara manual.

“Jadi pipa yang rusak parah diganti dengam pipa baru. Kalau rusak ringan kami coba perbaiki. Perbaikan ini bersifat darurat saja,” ujarnya.

“perbaikan ini sifatnya untuk penanggàn darurat saja,”ujar Frans.

Frans mengaku sudah berkoordinasi dengan  Dinas PUPR  bahkan tim telah turun langsung untuk menghitung biaya perbaikan untuk dianggarkan tahun 2020 mendatang.

Warga Kampung Tentang, Saverinus Jenunut mengatakan pelanggan air minum bersih di Kampung Tentang mencapai 300 KK. Pipa air bersih rusak pada awal Oktober 2019 lalu.

Ia berharap, dengan kerja bersama, niat warga untuk merusak pipa akan berkurang.

Menurutnya, kesengajaan oknum warga yang merusak pipa bertujuan untuk mengairi sawah saat musim kemarau.

“Kita sudah menemui warga Tentang yang merusak pipa air minum. Mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan merusak pipa. Jika melakukan pengrusakan pipa,maka yang bersangkutan wajib mengantikan seluruh pipa air minum bersih,” kata Saverius. (bev/ol)