Warga Fatululi dihimbau Manfaatkan Air Hujan

berbagi di:
Upayakan Pemenuhan Air Bersih

 
Leksi Salukh

Memasuki musim penghujan tahun 2017/2018 mendatang pada Oktober atau November. Warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebebo, Kota Kupang, dihimbau membuat jebakan air untuk menjebak air yang terbuang percuma pada saat hujan tiba. Demikian disampaikan Lurah Fatululi Ricardo Therik, kepada VN, Senin(25/9) di Kantor Lurah.

Menurutnya di musim penghujan tahun 2017 ini, pihaknya telah menghimbau Ketua RT di Kelurahan Fatululi agar bisa menyiapkan lubang jebakan air, minimal 3 lubang tiap lingkungan RT.

“Saya sudah himbau agar tiiap satu RT memiliki tiga lubang jebakan air untuk menjebak pada musim hujan,”katanya.

Dia menuturkan rencana pembuatan jebakan air, hematnya perlu karena di musim hujan air terbuang percuma, padahal di satu sisi di musim kemarau warga Kota Kupang membutuhkan air. Pembuatan lubang jebakan air itu bertujuan untuk membantu meresapkan air hujan ke dalam tanah, agar ke depan wilayah Fatululi dan Kota Kupang sudah bisa memiliki air tanah yang cukup demi memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

“Memang kita tidak langsung pake tapi bisa pada masa mendatang, mari kita sama-sama jebak,”katanya.

Dia mengaku pembuatan jebakan air yang dimintanya, caranya mudah dan tidak memakan banyak biaya. Masyarakat hanya perlu menyiapkan lubang sedalam 1,5 meter yang kemudian ditanam pipa dengan panjang yang sama, kemudian pipa tersebut dimasukkan kotoran hewan atau sisa-sisa makanan. Alasannya, agar kotoran di dalam pipa bisa mendatangkan banyak ulat yang bertugas meronggakan tanah, sehingga ketika air hujan yang terjelabak bisa meresap ke dalam tanah dengan mudahWarga. Selain itu, Ricardo selain mendorong memasuki musim penghujan tahun 2017/2018 akan diwajibkan menanam pohon sepe dipekarangan.

“Kita akan mewajibkan warga untuk menanam pohon Sepe untuk setiap rumah di lingkungan Kelurahan Fatululi, masing-masing Satu pohon setiap rumah. Sedangkan untuk wilayah tiap RT, diwajibkan menanam Lima pohon Sepe dilingkungan RT tersebut.

Menurut Ricardo selain wajib tanam di tiap rumah dan lingkungan RT, pihaknya juga akan menanam pohon Sepe di sepanjang jalan Frans Seda yang masuk dalam wilayah Kelurahan Fatululi. Penanaman pohon Sepe juga akan dilakukan sepanjang jalan arah Oebufu hingga batas wilayah di depan Flobamora Mall, dengan jarak tanam tiap pohon sejauh Tiga Meter.” Tujuan menanam Sepe adalah, agar kedepan wilayah Fatululi terdapat banyak tempat teduh bagi masyarakat, yang juga bisa digunakan sebagai tempat nonkrong,”katanya.

Ricardo mengatakan, kewajiban menanam pohon Sepe di Kelurahan Fatululi tidak hanya diberlakukan kepada masyarakat. Namun seluruh tempat usaha yang berada dilingkungan Fatululi juga wajib melaksanakan hal tersebut, termasuk Lippo Mall dan seluruh Ruko-Ruko yang ada.

Khusus untuk Lippo, menurut Ricard, pihaknya sudah meminta agar sepanjang lahan Mall tersebut harus ditanam pohon Sepe dengan jarak tiap pohon sejauh Tiga meter. Dan untuk Ruko, jumlah pohon yang harus ditanam minimal Satu pohon tiap Toko.Ricardo memperkirakan, kedepan wilayah Fatululi bisa menjadi Kelurahan yang hijau, yang dihiasi dengan pohon Sepe. Sebab, jika hanya dihitung tiap RT sebanyak Lima pohon, maka secara keseluruhan dari 48 RT sudah akan tertanam 240 pohon.

“Jumlah itu jika ditambah dengan 15 pohon dari Tiga pohon untuk tiap Sekolah, 50 pohon khusus Lippo Mall, 120 pohon untuk 120 ruko, serta setiap pohon dari masing-masing rumah, maka diperkirakan pohon Sepe yang tertanam tahun 2017 di wilayah Fatululi bisa mencapai Ribuan pohon. Setiap calon pasangan nikah akan di wajibkan menanam pohon Sepe yang disaksikan langsung oleh Lurah,” pungkasnya.

Sebelumnya Walikota Jefri Riwu Kore meminta semua Lurah untuk menghimbau warga untuk menanam pohon.

“Tolong motivasi warga menanam anakan di halaman atau pekarangan. Agar Kota Kupang kedepan hijau dan sejuk,” katanya saat mengunjungi Kelurahan Lasiana.