Warga Kabupaten Kupang Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

berbagi di:
Mata Air Baumata. Foto:Trip Advisor

Polce Siga

 

 

Warga Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur masih sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber mata air di Desa Baumata juga terancam rusak karena wilayah di sekitar sumber mata air sudah dipadati pemukiman warga.

“Masalah air bersih memang tidak ada ujungnya karena selalu bermasalah dari tahun ke tahun,” kata Asisten III Setda Kabupaten Kupang Viktoria Kanahebi saat membuka rapat koordinasi (rakor) Pokja AMPL dan Sosialisasi Revisi Roadmap Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Menuju Kabupaten Kupang Mencapai Target Universal Akses Tahun 2019 di Oelamasi, Jumat (12/5).

Viktoria mengatakan program STBM di Kabupaten Kupang bisa berjalan dengan sukses jika didukung dengan sarana air bersih.

“Air bersih paling sulit, kita bicara air bersih untuk konsumsi ini rasanya cukup sulit,” katanya.

Di Kabupaten Kupang, lanjutnya, dari 160 desa dan 17 kelurahan, program STBM untuk penyediaan air bersih baru mencapai 10 persen lebih.

“Yang penting kita sudah memulai teman-teman yang masuk dalam Pokja AMPL ini akan terus memantau dan melakukan survei. Tim yang sudah dibentuk ini untuk mendapatkan data yang final dan valid, sehingga butuh suntikan dana dari NGO dan pemerintah,” kata Viktoria.

Menurutnya, sumber mata air di Kabupaten Kupang banyak namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, Supervisor STBM Kabupaten Kupang Suwardi kepada VN, mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan survei sumber mata air di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, dari hasil survei ada enam titik sumber mata air yang mengandung bakteri ecoli, sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kehadiran Program STBM di Kabupaten Kupang merupakan bentuk kontribusi menuju universal akses 2019 pada sektor sanitasi sesuai lima pilar yang telah ditetapkan.

Lima pilar Program STBM tersebut antaranya stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum, dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Program tersebut tersebut di lima kecamatan antara lain Kecamatan Kupang Barat, Nekamese, Taibenu (Disampingi Plan Internasional), dan Kecamatan serta Kecamatan Amabi Oefeto Timur.

Menurutnya, dari lima kecamatan terdapat 49 desa untuk capaian tahun 2016.

Kabid Fispra Bappeda Kabupaten Kupang Feri Salukh dalam roadmap STBM tahun 2014-2019 pihaknya belum bisa memastikan target pencapaian pada tahun 2019. Sebab, pada saat pembahasan RPJMD belum menentukan angka nol pada titik berapa.