Warga Kota Kupang Berburu Seng dan BBM usai Cuaca Ekstrem

berbagi di:
img-20210406-wa0020

 

Tampak beberapa tempat usaha warga di Kota Kupang Porak-poranda diterjang hujan lebat dan angin kencang.

 

 

 

Putra Bali Mula

 

 

WARGA Kota Kupang memadati toko-toko bangunan sejak pukul 10.00 Wita, Senin (5/4) dan Selasa (6/4) untuk mencari perkakas dan material terutama seng sebagai atap rumah yang rusak atau roboh akibat cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang.
Pantauan VN di pertokoan Kuanino tampak puluhan warga yang mencari seng. Beberapa warga kepada VN mengaku atap rumahnya tersapu angin yang melanda Kota Kupang selama kurang lebih enam jam Senin dini hari (5/4).

Di Toko Panca Sakti misalnya, banyak pengunjung terpaksa pulang dengan tangan hampa karena stok seng yang sering digunakan sebagai atap rumah habis.
“Jadi saya dapat paku dan seng licin yang bukan lekuk-lekuk. Seng yang itu sudah habis,” ujar Kristo, salah seorang pengunjung yang terpaksa membeli seng berbeda dari yang ia cari sebelumnya.
Rata-rata di beberapa toko di Kota Kupang menjual selembar seng untuk atap rumah seharga Rp 42 ribu dan untuk seng licin dijual per meter Rp 28 ribu.
Amukan Siklon Tropis Seroja di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya yang menyebabkan cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang tidak saja merusak atap rumah warga tetapi juga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Beberapa SPBU tampak tutup karena mengalami kerusakan dan terpaksa meliburkan karyawan.
Pantauan VN, pada Minggu (5/4) SPBU di bilangan Oesapa yang masih melayani pengisian BBM tampak kebanjiran pengunjung baik roda dua maupun roda empat. Antrean panjang terjadi hingga ke badan jalan.
Sementara beberapa SPBU seperti SPBU di Oeba dan di bilangan Palapa tampak tutup. Tampak SPBU ini mengalami kerusakan terutama di SPBU Oeba.

Hingga saat ini belum diketahui jumlah pasti rumah warga yang mengalami kerusakan dan infrastruktur lainnya yang terdampak. (Yan/ol)