Warga Matim Antusias Sambut Peserta TdF 2017

berbagi di:
Pembalap sepeda Arvin Moazamigodarzi dari Iran dan tim Pishgaman Cycling Team  dengan catatan waktu 02:05:57. berhasil meraih finish pertama dalam ajang balap sepeda  Tour de Flores 2017 etape ke tiga, dimulai dari kota Ende dan berakhir di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/7/2017).
Yunus Atabara
Warga Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur tampak antusias menyambut para peserta Tour de Flores (TdF) 2017. Pantauan VN, umbul-umbul terpasang rapi di sekitar jalan utama yang dilalui warga disertai kehadiran warga yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan para pebalap sepeda internasional. Di setiap pertigaan jalan menuju Borong aparat kepolisian, TNI dan Pol PP berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya TdF 2017.
Tak hanya warga, para siswa pun tak ingin ketinggalan. Sepanjang jalan berkelok dari pertigaan Mukun hingga finish di depan SDK Rana Loba, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur para siswa SD, SMP dan SMA ikut melambaikan bendera merah putih sepanjang jalan yang dilalui peserta.
Maria Osa (37) warga Rana Loba mengaku bangga karena ajang balap sepeda internasional ini bisa singgah di Kabupaten Manggarai Timur.
“Kami bangga atlet internasional bisa singgah dan bermalam di kampung kami. Pulang mereka akan cerita ke negara mereka tentang baik dan buruknya keadaan kami,” kata Osa.
Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote kepada VN secara terpisah mengatakan ‎kehadiran TdF 2017 di Manggarai Timur akan mendorong pembangunan ekonomi masyarakat dari berbagai sektor. Pemerintah yang sebelumnya pasif kemudian berubah menjadi sangat aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan TdF tahun 2017
“Walaupun masih terdapat kekurangan di sana sini, tetapi kami sudah berusaha maksimal untuk menerima TdF. Kurang lebihnya saya atas nama masyarakat dan pemerintah memohon maaf,” kata Bupati Tote
Menyadari kekurangan itu lanjut Tote, di tahun 2017 Pemerintah dan DPRD Manggarai Timur akan memperkuat desa adat. Komitmen pemerintah untuk mengembalikan nilai-nilai kerja keras dan gotong royong juga akan diperdakan dsehingga seluruh rumah dinas dan kantor kantor pemerintah akan dibuat menyerupai rumah adat.
“Kita akan bangun seluruh sarana umum pemerintah dalam bentuk rumah adat. ‎Kita akan membentuk seluruh desa adat untuk melestarikan kampung adat yang ada,” kata Tote.