Warga Maulafa Buka Akses Jalan Raya secara Swadaya

berbagi di:
img-20200811-wa0022

 

Satu unit alat berat yang disewa warga RT 11, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, sedang membuka akses jalan raya di wilayah tersebut, Selasa (11/8). Foto:yapi Manuleus.

 

 

Yapi Manuleus

 

WARGA RT 11/RW 04, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang secara Swadaya membuka akses jalan sepanjang 93 meter di wilayah tersebut yang selama ini terisolir.

 

Warga menyewa sebuah alat berat untuk membuka akses jalan tersebut karena selama ini tidak pernah ada perhatian pemerintah Kota Kupang.

 

Pantauan VN di lokasi tersebut pada Selasa (11/8), tampak satu buah alat berat sedang menggali selokan jalan serta meratakan badan jalan. Akses jalan itu berada tepat di depan pagar salah satu rumah warga. Jalan yang sebelumnya sangat sempit sehingga sulit dilintasi kendaraan roda dua apalagi kendaraan roda empat kini semakin lebar dan dapat dilintasi kendaraan roda empat. Puluhan warga sekitar ikut ambil bagian dengan membantu pembukaan akses jalan tersebut.

 

Yos Plaituka, salah satu warga RT 11 Kelurahan Maulafa yang diwawancarai VN dilokasi itu mengaku sangat bersyukur kepada pemilik tanah tersebut yang sudah rela untuk membuka akses jalan melintasi lahan miliknya untuk kepentingan umum.

 

Selama ini, kata dia, Pemerintah Kota Kupang seakan tidak serius untuk membantu mereka dengan membuka akases jalan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada tuan tanah yang sudah mau untuk buka jalan ini, karena selama ini orang lewat ini jalan sangat sulit, kadang mereka harus putar dari bagian atas,” katanya.

 

Ketua RW 04 Kelurahan Maulafa, Benyamin Apelabi yang juga diwawancarai VN menjelaskan, jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam kegiatan Musrenbang Kelurahan, namun tidak pernah diakomodir oleh pemerintah setempat.
“Sudah ulang-ulang kita bawah dalam Musrenbang tapi sama saja. Makanya kita berinisiatif bersama untuk swadaya, tapi sebanyak seratus lebih kepala keluarga ini kami tidak patokan harga, mau berapa pun kami terima. Alat berat ini juga kami sewa,” ujarnya.

 

Akses jalan yang dibuka sepanjang 93 meter, yang selama ini sulit dilalui kendaraan.

 

“Panjangnya 93 meter semua, dan setiap kali hujan itu orang mau lewat sangat sulit sekali,” jelasnya.
Sementara itu, Markus Nifu, warga pemilik lahan mengatakan, sangat setuju untuk membuka akses jalan itu namun karena ketiadaan dana sehingga tidak pernah dibuka hingga kini. Jalan itu terisolir sejak tahun 2005.

“Memang selama ini orang mau lewat sangat sulit sekali, kalau ada hajatan setengah mati karena mobil tidak bisa lewat. Jadi saya rela kasih lahan saya untuk buka jalan supaya semua orang bisa lewat karena kami di sini satu hati,” katanya.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Maulafa, Jusuf Sinlae, mengaku ia bersama Lurah Maulafa baru saja meninjau lokasi tersebut, serta pihaknya sangat mendukung langkah dari masyarakat.

“Tadi saya dengan pak Lurah baru pulang ini, memang mereka kerja Swadaya. Tapi kami dari kelurahan sangat mendukung itu,” jelasnya. (Yan/ol)