Warga Merusak TPS di Kota Kupang

berbagi di:
img-20200402-wa0028

Salah satu TPS yang diduga dirusak oleh warga. Foto: Yapi/VN

 

 

 

Yapi Manuleus

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Kupang Yeri Padji Kana kepada VN Rabu (1/4) mengatakan selain keterbatasan jumlah dan umur truk sampah yang sudah belasan tahun serta sering rusak, pihaknya juga sulit mengatur sampah karena banyak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dirusak warga.

“Kita sekarang diperhadapkan dengan bak sampah dimana-mana itu dipukul (dihancurkan) padahal kita tidak angkut secara tuntas karena memang berbagai faktor,” ujarnya.

Ia berhara warga bisa membantu pemerintah dengan cara menaati Perda yang sudah ditetapkan agar wilayah Kota Kupang bisa bersih.

“Bantu pemerintah tidak usah terlalu yang susah-susah, buang sampah tepat waktu dan tepat tempat saja supaya kota kupang ini bisa bersih,” harapnya.

Yeri Padji Kana
Yeri Padji Kana

Ia mengatakan ke depan akan  menetapkan petugas untuk selalu memantau TPS dan bila perlu memasang kamera pengawas di setiap TPS.

“Kalau ada pelanggaran-pelanggaran kita akan tindak sesuai Perda,” tegasnya.

Sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2011, masyarakat yang membuang sampah sembaranga bisa mendapat sanksi itu Rp 50 juta dan kurungan 6 bulan.

“Kita belum terapkan karena kita masih melakukan pendekatan-pendekatan persuasif. Kita juga sudah undang para RT untuk sosialisasi. Kami juga akan siapkan stiker soal Perda itu ke masyarakat,” tambahnya. (bev/ol)