Warga Naimata Minta Trayek Angkot

berbagi di:
20151019232701-1-bemo-kupang-001-isn

 

 

 

Masyarakat Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa kembali meminta Pemerintah Kota Kupang membuka jalur trayek dengan mengoperasikan angkutan bus atau Damri untuk melayani warga di kelurahan itu dan sekitarnya.

Selama ini, kendaraan angkutan berbadan lebar itu belum bisa beroperasi ke wilayah itu, karena ruas Jalan Taebenu yang menghubungkan Naimata dengan Oebufu sangat sempit. Padahal, masyarakat di beberapa wilayah yang berdekatan dengan Kelurahan Naimata pun sangat membutuhkan angkutan kota untuk kegiatan mereka setiap hari.

Warga Kelurahan Naimata Nikolaus Kamlasi, kepada VN, kemarin, mengatakan, tidak semua warga di wilayah itu memiliki kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Karena itu, mereka meminta pemerintah bisa membuka jalur trayek atau mengoperasikan Damri ke wilayah itu.

Warga, kata dia, lebih nyaman menggunakan angkutan umum untuk bepergian ke kota atau berbelanja. Apalagi mereka membawa barang belanjaan yang banyak. Usulan untuk dibuka jalur trayek ke wilayah itu sudah lama, namun belum terjawab. Kondisi Naimata saat ini juga bsudah erbeda 10 tahun lalu, di mana permukimannya sudah sangat padat.

Warga lainnya, Stefanus Rumbait, menambahkan, pada tahun lalu ruas Jalan Taebenu yang menghubungkan Naimata dengan Oebufu dihotmix ulang dan diperlebar lagi. Karena itu, kerinduan masyarakat akan hadirnya pelayanan angkutan umum khususnya Damri, diharapkan bisa terwujud. Pasalnya, aspirasi itu sudah bertahun-tahun disampaikan.

Untuk itu, katanya, sudah tepat pemerintah memperlebar jalan tersebut dengan membuka jalur transportasi, tidak hanya sampai dalam wilayah kota, tapi sampai ke kabupaten. Jalan Taebenu merupakan jalur strategis karena menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten Kupang dengan Jalur 40 yang sedang dibangun melalu Naimata dan Penfui.

“Jalur ini jadi poros tengah yang menghubungkan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, selain Jalan Timor Raya dan lewat Baun. Kita ini hidup di Kota Kupang tapi hampir sama ke masih di kampung-kampung,” katanya. (mg-21/R-2)