Warga Protes Mata Air Haukoto Diperjualbelikan

berbagi di:
img-20200324-wa0050

 

 

 

 

Yapi Manuleus

Ratusan warga Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa  terkait Tenggara Timur memprotes sumber air kali Haukoto di wilayah RT 06/RW02 yang kini sudah diperjualbelikan.

Warga mengaku mata air tersebut sudah ada sejak dulu kala dan terbukti sudah menghidupi tiga suku besar yang berada di wilayah kelurahan tersebut turun-temurun.

img-20200324-wa0052

“Bukan orang di sini saja yang pakai ini air tapi orang dari Sikumana pun datang dan mandi di sini. Baru sekarang ada yang sudah beli ini tanah dan potong pohon di sini. Kami tidak akan terima, karena nanti air bisa cepat kering,” kata Yoktan Aluman, salah satu warga setempat saat diwawancarai VN, Selasa (24/3).

Dia mengaku pihaknya tidak akan mau menerima apabila mata air tersebut ditutup oleh pembeli lahan tersebut.

Sementara Hendrik, pembeli tanah saat mengadakan mediasi mengaku saat membeli tanah,  semua surat-surat seperti sertifikat tanah sudah lengkap.

Ia mengaku hanya ingin menata tanah tersebut dengan memagarinya menggunakan pohon dan tidak akan merusak mata air tersebut.

“Saya beli ini tanah surat semua lengkap dan Saya bermaksud untuk buat terasering. Dan tidak bangun bangunan, Air juga bukan saya mau minum sendiri,” ungkapnya

img-20200324-wa0051

Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang Yusuf Abjena yang hadir pada saat itu menjelaskan mengacu pada unsur Yuridis maka tanah yang ingin disertifikasi haruslah 100 meter dari area kali.

Ia pun menyerahkan hal itu kepada lurah setempat untuk bisa segera melakukan mediasi karena sesuai undang-undang tanah tersebut seharusnya tidak bisa bersertifikat. (bev/ol)