Warga Rangko Kaget Tanah Miliknya Diserobot PT SMP

berbagi di:
img-20200804-wa0021

 

Sidang Pemeriksaan Setempat atas tanah di Pantai Utara Rangko.

 

 

Gerasimos Satria.

 

WARGA Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Abdul Rahman kaget tanah miliknya seluas 1,5 Hektare (ha) yang berlokasi di Pantai Utara Rangko sudah dikuasi PT Sungai Mas Perdana (PT SMP).

 

“Ini tanah milik saya sejak 1982. Saya mulai mengelolah lahan ini sejak 1982. Saya kaget tanah ini sudah dikuasi  oleh PT.Sungai Mas Perdana,” tutur Abdul Rahman kepada VN saat menghadiri Pemeriksaan setempat oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo, Selasa (4/8) siang.

 

Abdul Rahman menuturkan, selama ini dirinya tidak mengetahui tanah miliknya diserobot. Dirinya baru mengetahui tanah kuasi oleh PT.Sungai Mas Perdana ketika pemilik tanah yang berada di sebelah Timur tanah miliknya mengugat PT Sungai Mas Perdana Juni 2020 lalu.

 

“Kita kantongi dokumen kepemilikan tanah ini sejak 1982. Ada surat keterangan dari Tua Golo (Kepala Kampung) yang menerangkan tanah ini milik saya,” tutur Abdul Rahman.

 

Sementara Kuasa Hukum pengugat, Fransiskus Dohos Dor usai Pemeriksaan Setempat menemukan sejumlah kejanggalan dalam perkara perdata itu. Diantaranya, BPN Manggarai Barat menerbitkan sertifikat pada lahan yang bukan milik PT Sungai Mas Perdana.

 

“Saksi batas lahan diduga nama orang yang tidak memiliki lahan di area tersebut. Orang yang meninggal dunia tanda tangan pada Surat Akta Jual Beli (AJB). Sehingga BPN Manggarai Barat dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) tidak menjalankan fungsi dan kewajiban dalam pengujian formil,” tutur Frans Dohos.

 

 

Penjaga Lahan Tidak Tahu

 

Penjaga Lahan mikil PT Sungai Mas Perdana, Ali Akbar yang ditemui media di lokasi menuturkan dirinya dipercaya oleh pemilik PT Sungai Mas Perdana untuk menjaga lahan seluas 3 Ha yang sudah dipagari tersebut. Dirinya tidak mengetahui secara detail terkait masalah kepemilikan lahan yang sudah menjadi milik PT Sungai Mas Perdana.

 

Menurut informasi, jelas dia, PT Sungai Mas Perdana membeli lahan tersebut melalui, Andi Riski Nur Cahya.

 

“Saya tidak mengetahui secara detail perolehan tanah ini. Saya hanya karyawan PT Sungai Mas Perdana yang bekeja untuk menjaga lahan ini,” kata Ali Akbar.

 

Seperti diketahui,Januari 2020 lalu,Andi Riski Nur Cahya yang merupakan
anggota DPRD Manggarai Barat dilaporkan oleh ahli waris pemilik tanah bernama Purnama Sari atas dugaan penipuan dan penggelapan uang jual beli tanah yang sedang perkara tersebut.

 
Kasus dugaan penggelapan dan penipuan uang tranksaksi jual beli tanah ini sedang diselidiki  oleh Polres Manggarai Barat. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal  Polres Manggarai Barat. (yan/ol)