Warga Tagih Janji Instalator dan PLN Labuan Bajo

berbagi di:
img-20180730-wa0013

Warga Kampung Mberata sedang duduk di kantor PLN sambil menunggu penjelasan pihak PLN Rayon Labuan Bajo. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Belasan warga Kampung Mberata, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendatangi kantor PT. PLN (Persero) Rayon Labuan Bajo, Senin (30/7) siang.

Mereka mendatangi kantor itu untuk menagih janji pihak instalator dan PLN Rayon Labuan Bajo terkait pemasangan meteran dan jaringan listrik.

Perwakilan warga Kampung Mberata, Desa Mberata, Philipus Neri Jewaru dan Feliks Salut kepada VN di Labuan Bajo mengatakan pihaknya mendatangi kantor PLN Rayon Labuan Bajo untuk keempat kalinya.

Mereka ingin bertemu PLN Rayon Labuan Bajo untuk menagih janji pihak PLN terkait pemasangan jaringan listrik dan meteran pada 18 rumah di Kampung Mberata. Sebagian dari 18 rumah tersebut sudah diinstalasi oleh CV. Christama selaku instalator sejak bulan September 2017 dan Januari 2018 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada pemasangan meteran dan jaringan listrik menuju 18 rumah tersebut.

Keduanya mengaku usai instalasi litrik pada Januari 2018 lalu, warga Mberata mendatangi CV. Christama selaku instalator dan PLN Rayon Labuan Bajo untuk menanyakan jadwal pemasangan meteran dan jaringan listrik. Pihak PLN Rayon Labuan Bajo saat itu berjanji akan segera melakukan pemasangan meteran dan jaringan listrik. Kemudian pada bulan berikutnya warga Mberata datang lagi ke PLN Rayon Labuan Bajo untuk menanyakan hal yang sama. Jawaban dari PLN Rayon Labuan Bajo tetap sama yakni meminta warga untuk bersabar dalam waktu dekat akan memasang meteran dan jaringan listrik.

“Kami datang lagi untuk menagih janji PLN Rayon Labuan Bajo terkait kapan sebenarnya pihak PLN Labuan Bajo memasang meteran dan jaringan listrik di Kampung Kami,” tutur Philipus Jenaru.

Philipus mengatakan 18 warga di Kampung Mberata merupakan pelanggan lampu cahaya surya. Saat pemasangan jaringan listrik di Desa Macang Tanggar tahun 2017 lalu. Pihak PLN memberikan sosialisasi bahwa penguna lampu cahaya surya diutamakan dalam instalasi dan pemasangan meteran. Namun, fakta di lapangan pihaknya selaku pengguna lampu cahaya surya tidak diprioritaskan dalam pemasangan meteran dan jaringan listrik.

Dia mengaku biaya instalasi oleh CV. Christama Rp 1 Juta hingga Rp 1.500.000 untuk setiap rumah. Biaya intalasi tersebut termasuk biaya meteran 450 MW. Warga juga berkali-kali mendatangi CV. Christama ntuk menanyakan pemasangan meteran dan jaringan listrik di Kampung itu. Alasan pihak instalator sama dengan alasan pihak PLN yakni meminta bersabar dan dalam waktu dekat akan memasang meteran dan jaringan listrik.

“Jarak tiang listrik terakhir menuju Kampung Mberata sekitar 100 meter saja. Warga di Kampung Mberata ¬†yang bukan pelangan lampu cahaya surya justru diprioritaskan pemasangan meteran dan jaringan listrik. Kami masyarakat merasa bingung,” ungkap Philipus.

Hingga saat ini Pihak PLN Rayon Labuan Bajo belum bisa memberi keterangan terkait persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Kampung Mberata tersebut.

Salah satu staf PLN Rayon Labuan Bajo mengaku pihak Kepala PLN Rayon Labuan Bajo sedang melaksanakan rapat internal dengan pihak perusahan instalator di Labuan Bajo. (bev/ol)