Wartawan Fajartimor.com Resmi Jadi Tersangka

berbagi di:
ilustrasi wartawan

 
Gusty Amsikan

Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur meningkatkan status hukum Wartawan Fajartimor.com Boni Lerek dari saksi menjadi tersangka. Boni Lerek ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes serta pelanggaran Undang-Undang ITE. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan dua alat bukti permulaan yang cukup. Para saksi ahli yang dihadirkan Penyidik diantaranya ahli bahasa, ITE serta unsur dari Persatuan Wartawan Indonesia-Kupang.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Nyoman Gede Arya, kepada VN Minggu (1/10), di Kefamenanu.

Nyoman mengatakan penetapan Boni Lerek sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya menghadirkan dan menguji bersama sejumlah saksi ahli diantaranya dua ahli bahasa, masing-masing dari Universitas Negeri Timor Kefamenanu dan Universitas Nusa Cendana Kupang. Selain ahli bahasa, Penyidik Polres TTU pun, menghadirkan ahli ITE dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Kupang, serta saksi dari Persatuan Wartawan Indonesia-Kupang.

“Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan terhadap kasus ini, termasuk hasil gelar perkara oleh penyidik dan pihak terkait, maka disimpulkan proses hukum kasus ini ditingkatkan ke penyidikan dan menetapkan status tersangka kepada terlapor Boni Lerek,” jelasnya.

Wartawan Fajartimor.com, Boni Lerek, belum berhasil dikonfirmasi VN hingga berita ini diturunkan.

Untuk diketahui, sebelumya pada 29 Maret 2017, lalu, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes didampingi kuasa hukumnya, Alex Frans bersama tim, mendatangi Polres TTU dan melaporkan Wartawan Fajartimor.com, Boni Lerek, dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE.

Boni Lerek dalam pemberitaannya di Fajartimor.com tertanggal 23 Maret 2017, mengaitkan proyek korupsi DAK PPO TTU tahun anggaran 2008, 2010 dan 2011 dengan total pagu anggaran sebesar 47,5 miliar rupiah (kini telah di SP3), dengan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes. Dalam pemberitaan tersebut ia menyebutkan bahwa keterkaitan Bupati Fernandes dalam kasus ini, membuat Kajari TTU, Taufik, kemasukan angin dan mengeluarkan SP3 terhadap kasus itu.

Atas pemberitaan tersebut, Fernandes mengaku nama baiknya telah mencemarkan selaku pribadi dan Bupati TTU. Pasalnya, dirinya sama sekali tidak terlibat dalam seluruh proyek pelaksanaan Dana Alokasi Khusus TA. 2008, 2010 dan 2011, sebagaimana yang diberitakan Wartawan Fajartimor.com. pengeluaran SP3 terhadap kasus DAK PPO tidak memiliki keterkaitan dengan dirinya secara pribadi maupun selaku Bupati.