Wisatawan di Kupang masih Abaikan Prokes, Hanya Menerapkan 2M

berbagi di:
img-20210208-wa0025

Suasana di destinasi wisata di Kota Kupang pada Minggu (7/2). Pengunjung abaikan Prokes khususnya menjaga jarak dan menghindari Kerumunan.

Yosi Kameo

PROTOKOL Kesehatan (Prokes) 5M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, Menjaga Jarak, menghindari Kerumunan dan mengonsumsi makanan bergizih belum sepenuhnya dipahami masyarakat di Kota Kupang. Bahkan, dibeberapa tempat wisata di Kota Kupang, wisatawan domestik hanya menerapkan Prokes 2M yakni memakai masker dan mencuci tangan. Padahal di tempat wisata minimal menerapkan Prokes 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Dari pantauan VN, Minggu (7/2) pada beberapa lokasi wisata di Kota Kupang, kebanyakan wisatawan hanya memahami prokes sebatas ‘mengenakan masker dan mencuci tangan.’ Sedangkan ‘menjaga jarak’ sering diabaikan.

Beberapa wisatawan di Pantai Oesapa, Tesha (43) dan Siska (42) yang dijumpai sedang menanggalkan masker dan berada di tengah kerumunan, mengungkapkan kepada VN,  mengenakan masker dan mencuci tangan lebih mendominasi pemahaman mereka tentang prokes.

img-20210208-wa0026

“Kalau pakai masker tiap hari. Setiap keluar rumah pasti _pake_. Cuci tangan _ju_ sering. Apalagi pas masuk tempat _ke warung dong bagitu_. Jaga jarak, ya, jaga jarak _ju_. Cuma _sonde ke_ pake masker dengan cuci tangan yang harus setiap hari,” Kata Tesha.

Sedangkan Siska (42), justru menegaskan bahwa mengenakan masker jauh lebih penting.

“Yang penting pakai masker. Setiap keluar rumah _tu su_ yang harus.” Ujarnya.

Yoram (19), pengunjung Taman Nostalgia. Dirinya mengungkapkan kebingungan pada istilah proke. “Prokes? _Sonde talalu mangarti ju_.” Kata Yoram. Namun saat VN menyebut protokol kesehatan dan contohnya 3M, Yoram hanya menyebut 2M saja.

“Oh, _batul_. Pakai masker. _Deng_ cuci tangan _ju_.”

Pemahaman wisatawan terkait prokes yang sebatas melakukan 2M juga terlihat dari kerumunan di banyak sudut lokasi wisata. Meski beberapa  tempat menyediakan wadah untuk mencuci tangan, dan para wisatawan pun banyak yang mengenakan masker, tetapi kerumunan tetap saja terjadi.

Karin (22), pengunjung Pantai Batu Nona yang tampak menanggalkan masker di tengah kerumunan, mengaku bahwa dirinya lebih mementingkan pakai masker dan cuci tangan.

“Kan ini _katong_ mau makan jadi lepas masker. _Tapi abis itu pake_. Kecuali pas tidur _sa sonde pake_ masker. _Beta ju_ bawa _handsanitizer_. Kalau jaga jarak pas lagi dengan pacar mau jarak _karmana_? Yang penting pakai masker dengan cuci tangan,” jelasnya.

Sedangkan Yanti (26), pemilik warung di Pantai Batu Nona, juga tampak menanggalkan masker saat melayani pelanggan. Kerumunan pun tidak terhindarkan karena tak ada pembatas jarak antara dirinya dengan pembeli. Ia pun tersenyum saat ditanyai VN terkait prokes, sambil keburu mengambil masker di kantong celananya.

Terkait Penerapan dan Penertiban Prokes di Lokasi Wisata di Kota Kupang, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Kupang belum memberikan konfirmasi hingga berita ini diturunkan. (Yan/ol)