Wisatawan Nilai Labuan Bajo Kota Sampah

berbagi di:
img-20210323-wa0014

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus saat memberikan sambutan.  Foto: Gerasimos/VN

 

 

Gerasimos Satria

Wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menilai Labuan Bajo sebagai Kota Sampah karena banyak sampah yang berserakan di mana-mana termasuk di destinasi wisata yang ada di Labuan Bajo.

“Hasil survei tahun 2020,ternyata 46 persen wisatawan mancanegara yang mengunjungi Labuan Bajo menilai pelaku usaha wisata dan masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan di Labuan Bajo. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu tantangan kita untuk menata dan mengembangkan sektor pariwisata di Manggarai Barat,”ungkap Agustinus Rinus,Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dalam sambutanya pada acara Sosialisasi dan Simulasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan,Kesehatan,Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada
Penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, lonvensi dan pameran (MICE) di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo,Selasa (23/3) di Hotel Jayakarta Labuan Bajo.

Agustinus mengatakan rata-rata masyarakat tidak bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan.

Menurutnya, hampir 100 persen masyarakat di Labuan Bajo tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah tidak pada tempatnya.

Ia mengatakan hasil survei tahun 2019 lalu, 58 persen wisatawan mengatakan Labuan Bajo merupakan kota yang sangat jorok dan dipenuhi sampah. Wisatawan menilai laut dan pantai di Labuan Bajo dan sekitarnya sangat kotor.

Ia mengaku untuk mengatasi masalah lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat melalui instansinya gencar melakukan sosialisasi kebersihan, kesehatan, leselamatan dan kelestarian lingkungan atau yang disebut CHSE di seluruh destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia memastikan seluruh destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat akan bebas dari masalah sampah.

Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat mulai melakukan sosialisasi pelatihan dan pendampingan bagi industri pariwisata seperti hotel dan restaurant dalam rangka penerapan CHSE.

Ia mendorong masyarakat di Labuan Bajo dan sekitar destinasi wisata untuk memiliki kesadaran menjaga lingkungan.

Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas dan sebagai salah satu ikon pariwisata, kata Agustinus, harus bersih, terbebas dari sampah.

Ia mengingatkan agar destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat bebas dari persoalan sampah sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Dharmawa mengatakan, pemerintah daerah harus mengambil sikap tegas dalam upaya menjaga agar lingkungan termasuk setiap destinasi wisata baik di darat dan laut di Kabupaten Manggarai Barat bebas dari persoalan sampah.

Ia mengatakan Labuan Bajo yang merupakan daerah tujuan wisata internasional. Jika masih ditemukan banyak sampah plastik, maka kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan masih sangat rendah.

Ia mendorong masyarakat Labuan Bajo untuk memungut sampah plastik yang berada di tempat umum.

“Labuan Bajo yang merupakan daerah yang sangat luar biasa ini,jika ditemukan sampah plastik yang sebelumnya dilihat biasa-biasa saja.Tetapi,sekarang harus terbiasa untuk memungut sampah plastik,”kata Wayan Dharmawa. (bev/ol)