Yanuar Dally Akui Terbitkan Sertifikat Hak Milik

berbagi di:
img-20201123-wa0010

 

Yanuar Dally
Mantan Kabag Tatapem Pemkot Kupang

Simon Selly

PENGADILAN Tindak Pidana (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang dengan kasus dugaan korupsi bagi-bagi tahan Pemkot Kupang tahun 2016-2017, dengan nilai berkisar Rp66 miliar dengan terdakwa mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean.

Sidang keempat Jonas Salean, dengan agenda pemeriksaan saksi, dipimpin oleh majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq.

Pada kesempatan tersebut dihadiri pula terdakwa, Jonas Salean yang didampingi kuasa hukumnya, Yanto MP. Ekon, Mel Ndaomanu, dan yang lainnya. Selain itu turut hadir JPU, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat.

Yanuar Dally dalam keterangannya menjelaskan bahwa dirinya serta dua rekannya mengurus sertifikat yang diberikan kepada pihaknya. Dirinya menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim Jhonson.

Yanuar Dally yang dalam keterangannya sebagai Mantan Kabag Tatapem Kota Kupang, dalam persidangan sebagai saksi mengaku bahwa dirinya juga mendapatkan bagian berupa tanah dari Jonas Salean yang merupakan mantan Wali Kota Kupang.

Saksi juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan tanah dari terdakwa seluas 500 meter persegi, hal tersebut disampaikan saksi atas apa yang disampaikan terdakwa selaku mantan Walikl Kota Kupang.

“Nama kamu saya masukan karena capek jadi dapat bagian juga dan saya dapat 500 meter persegi,” ungkap saksi menirukan pernyataan terdakwa (Jonas Salean) kepada saksi dalam persidangan.

Saksi juga mengungkapkan, terkait dengan tanah yang diperoleh dari terdakwa Jonas Salean seluas 500 Meter persegi, dirinya telah qbuatkan sertifikat oleh dirinya sendiri atas nama Yanuar Dally.

“Sertifikat ini diurus sendiri oleh saya dan juga kedua staf yang menerima tahan atas pengajuan nama yang saya sampaikan,” terang saksi Yanuar.

Dalam keterangan tersebut, saksi juga mengakui bahwa tanah itu masih tercatat sebagai aset Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berupa sertifikat hak pakai Nomor 5 Tahun 1981.

Saksi juga menjelaskan bahwa sebelumnya saksi dipanggil oleh mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean untuk melakukan pengecekkan aset tanah yang berada di depan Hotel Sasando.

“Ketika itu saya dipanggil ke ruangan beliau, untuk dapat arahan untuk memeriksa tanah di depan Hotel Sasando, untuk mengecek kepemilikannya,” tuturnya. (Yan/ol)