Yulia Afra Divonis 5 Tahun Penjara

berbagi di:
img-20200121-wa0051

 

Keluarga berpelukan sambil menangis usai sidang putusan Yulia Afra. Foto: Kekson/VN

 

 

Kekson Salukh

Sidang kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair dengan agenda putusan terhadap lima terdakwa digelar, Selasa, (21/1) di pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam putusan majelis hakim yang dibacakan ketua majelis hakim Dju Johnson Mira Mangngi memvonis Mantan kepala dinas PRKP provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yulia Afra lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan badan.
Menurut majelis hakim, terdakwa diringankan karena tidak pernah terjerat kasus hukum sebelumnya.

Sedangkan yang memberatkan terdakwa adalah terdakwa tidak mendukung program pembangunan pemerintah dan melakuakn tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang merugikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 11 miliar lebih.

“Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas maka terdakwa Yulia Afra divonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta dan jika tidak dibayar maka diganti dengan 6 bulan kurungan badan,” tegas Hakim Dju.

Hakim Dju menambahkan, terdakwa dan JPU memeliki kesempatan yang sama yakni terima putusan dengan baik maupun menolak putusan.

Menanggapi putusan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa, Rusdinur mengaku masih pikir-pikir.

JPU Heri Franklin pun mengaku masih pikir-pikir.

“Waktu kami berikan tujuh hari untuk JPU dan Kuasa hukum pikir-pikir,” ujar hakim Dju.

Pantauan VN, isak tangis keluarga Yulia Afra yang hadir menyaksikan langsung proses persidangan pecah usai putusan hakim dibacakan.

JPU yang hadir dalam persidangan yakni Hendrik Tip, Heri Franklin, dan Emi Jemahat. Terdakwa Yulia Afra didampingi Kuasa Hukumnya, Rusdinur. Sementara Hakim Ketua Majelis, Dju Johnson Mira Mangngi didampingi Ali Muhtarom dan Ari Prabowo. (bev/ol)