Zeth Libing Bantah Terlihat Manipulasi Jalan Dinas

berbagi di:
foto-hal-01-zeth-s-libing

 

Ayub Ndun

Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT Zeth Sony Libing membantah terlibat dalam manipulasi dana perjalanan dinas Tahun Anggaran 2018 di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) seperti yang dirilis BPK Perwakilan NTT beberapa waktu lalu.

Kepada VN, Senin (30/9), Zeth menegaskan ia sama sekali tidak mengetahui apalagi terlibat sebagai pimpinan OPD karena tahun 2018 ia masih berada di Bappeda Provinsi NTT.

Dia menjelaskan kasus manipulasi perjalanan dinas terjadi di BPPKAD NTT 2018 lalu, dan saat itu ia belum menjabat kepala BPPKAD NTT yang saat ini sudah berubah nama menjadi Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) NTT pada Februari 2019 lalu.

“Peristiwa terjadi 2018. Saya menjabat Februari 2019. Dan badan ini bukan lagi badan BPPKAD lagi tetapi Badan Pendapatan dan Aset Daerah. Jadi saya keberatan foto saya dipasang di cover depan (VN) karena bisa mendatangkan tafsiran laoin bahwa saya terlibat,” bebernya.

Ia mengatakan tahun 2018 posisi Kepala BPPKAD masih dijabat Halil Lanan Elias.

“Saya sudah telepon ke Pak Halil dan beliua memang mengaku terjadi tapi sudah disetor kembali dana kelebihan itu,” tambahnya.

Terpisah, mantan Kepala BPPKAD NTT Halil Lanan Elias mengakui bahwa benar ada manipulasi dana perjalanan dinas di lembaganya waktu 2018 lalu. Dia mengaku saat itu kaget atas hasil pemeriksaan BPK Perwakilan NTT. “Ini kan kejadiannya 2018, saya juga kaget setelah saya cek itu ternyata memang terjadi,” akunya.

Menurutnya kejadian ini terjadi karena tiga faktor yakni agen, bendahara sebagai pengelola, dan pelaku perjalanan yang mengambil uang dan membelanjakannya.

Dia menjelaskan, stafnya yang terlibat dalam masalah itu telah menyetorkan kembali uang tersebut ke kas daerah. Disinggung mengenai stafnya yang saat itu terlibat, Halil mengaku tidak tahu pasti karena pemeriksaan dilakukan langsung BPK NTT. “Saya tidak tahu pasti, BPK yang tahu. Mereka yang periksa satu per satu bikin BAP segala macam na. Karena mereka yang melihat segala macam masalah,” bebernya.